Program Pinjaman BPR Milik Pemkab Bangkalan Kurang Diminati

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) MENDAFTAR: Calon nasabah BPR Bangkalan sedang mengambil formulir untuk melakukan pinjaman.

KABARMADURA.ID, Bangkalan – Program kredit yang ada di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bangkalan kurang diminati oleh masyarakat. Hal tersebut diketahui setelah adanya sejumlah nasabah yang mengajukan pinjaman secara kredit tidak tertarik kembali untuk melakukan pinjaman.

Direktur BPR Bangkalan Slamet Utomo membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, banyak nasabah yang sudah melunasi pinjamannya sebelum waktunya. Bahkan enggan melakukan peminjaman kembali. Setelah dia selidiki, banyak nasabah yang lebih tergiur dengan bank lain.

Bacaan Lainnya

“Nasabah lebih banyak yang kesana ke bank-bank besar yang mampu memberikan pinjaman lebih besar. Kemungkinan nasabah banyak yang kesana,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, nasabah di BPR itu kebanyakan yang mengajukan pinjaman kredit adalah pegawai. Setidaknya ada 400 pegawai yang sudah menjadi nasabahnya. Namun, hal tersebut bisa berubah setiap bulannya tergantung nasabah yang sudah lunas. Sedangkan untuk kredit umum sendiri bagi pelaku UMKM atau masyarakat umum hanya sedikit. Katanya, kurang lebihnya sekitar 100 nasabah.

Untuk menyiasati agar nasabah kembali lagi memilih BPR. Dia mengaku, telah menurunkan bunga dari 1,3 persen menjadi 0,9 persen. Artinya lebih rendah dari sebelumnya dan dari bank lainnya.

“Kami sedang menurunkan bunga, sebab dua bulan sebelumnya banyak nasabah yang tidak kembali mengajukan pinjaman kredit,” jelasnya.

Jika tidak seperti itu, lanjut Slamet, dia tidak ingin kehilangan nasabah. Sehingga, satu-satunya cara yakni dengan menurunkan bunga. Ditambah pihaknya saat ini sudah ditarget pendapatan asli daerah (PAD).

“Jadi kami menarik nasabahnya dengan itu dan kami cuma bisa menurunkan bunga perbulan. Kalau gak cari celah-celah seperti itu bisa tidak sehat nanti,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setkab Bangkalan Zainal Arifin menuturkan, pihaknya telah memberikan penyertaan modal sebesar Rp500 juta. Sehingga, dia berharap, BPR bisa semakin lebih baik lagi dan bisa menghasilkan PAD. Terlebih, saat ini sedang ada pembahasan mengenai rancangan peraturan daerah (Raperda) yang membahas BPR.

“Sejauh ini ada program BPR yang ditangguhkan untuk menghindari adanya nasabah yang tidak membayar dengan alasan wabah Covid-19,” jelasnya.

Dia menerangkan, bahwa nasabah yang melakukan pinjaman di bank milik Pemkab Bangkalan itu kebanyakan dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebab, ASN bisa menjamin pinjaman dengan jaminan surat keterangan (SK) kepegawaiannya.

“Dari pihak umum dengan jaminan sertifikat,” tukasnya. (ina/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar