Program Pinjaman Modal Bunga Satu Persen Pemkab Pamekasan Mulai Dirasakan Masyarakat

  • Bagikan
(FOTO: KM/ ALI WAFA) INOVATIF: Pemilik UD Rajjah Makmur Sentosa, Fathor Rahman sedang meninjau sepatu yang telah selesai produksi dan siap pakai.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Produsen sepatu dan sandal milik Fathor Rahman, warga Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, merupakan usaha baru di tingkat lokal. Usaha tersebut, bergerak di bidang pembuatan sepatu, didirikan pada September lalu.

Memilih sepatu karena di kabupaten dengan slogan gerbang salam, masih belum ada usaha serupa. Dia menilai, usaha tersebut akan menghasilkan keuntungan yang melimpah. “Saya membaca peluang besar. Bahwa di daerah ini masih belum ada produsen sepatu,” ucapnya, Rabu (25/11/2020).

Di awal membuka usahanya, dia mengeluarkan modal kurang lebih Rp50 juta yang diperoleh dari pinjaman. Meski usahanya masih seumur jagung, dia sudah berhasil memproduksi ratusan pasang sepatu selama tiga bulan terakhir. Bahkan usahanya itu, mendapat perhatian khusus dari Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Dia mengaku, nama usaha dagang (UD) Rajjah Makmur Sentosa adalah nama pemberian Bupati. Produk karyanya, mampu menyita perhatian warga setempat. Setiap hari, dari empat hingga enam pasang sepatu, laku terjual kepada warga setempat.

Hingga saat ini, pihaknya belum memiliki pasar khusus, kecuali pembeli eceran dari warga setempat. Tidak hanya baru dan kreatif, tetapi juga berhasil menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga setempat. Bahkan saat ini, sudah ada delapan orang pekerja yang membantunya memproduksi sepatu dan sandal.

“Tapi kami belum memiliki label sendiri. Sementara izin usaha sedang kami proses. Mudah-mudahan izinnya segera diproses,” ucapnya.

Fathor juga berharap besar, atas program pinjaman modal usaha dari pemerintah melalui Bank usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan bunga 1 persen. Dengan itu, dia berharap usahanya bisa semakin berkembang.

“Bahan-bahan sepatu yang kami gunakan menyuplai dari Kabupaten Mojokerto. Disana pula kami menjalani pelatihan wirausaha dari Dinas Ketenagakerjaan,” pengakuannya.

Baca juga  Cinta Yang Perlu Disyukuri

Dia memiliki keinginan besar, usahanya bisa berkembang pesat agar seluruh masyarakat bisa mengenakan sepatu asli produk lokal. Sehingga, tidak lagi menggunakan produk orang lain.

“Semua yang kami pakai kebanyakan produk luar. Saya ingin sepatu yang digunakan warga Pamekasan adalah produk Pamekasan sendiri,” pungkasnya. (ali/ito)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan