Program Rabat Beton ADK Serobot Pekarangan Warga Dalpenang

  • Whatsapp
(KM/SUBHAN) SEROBOT: Salah satu lokasi pengerjaan program ADK 2019 di Kelurahan Dalpenang Sampang yang menyerobot pekarangan warga.

Kabarmadura.id/Sampang-Realisasi program alokasi dana kelurahan (ADK) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2019, berupa pembangunan rabat beton yang berlokasi di Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang, diketahui menyerobot lahan pekarangan warga setempat.

Tidak hanya itu, proyek rabat beton yang menelan anggaran Rp56 juta itu, diketahui mengalami kekurangan volume. Hal itu berdasarkan hasil audit dari Inspektorat Sampang. Akibatnya, pelaksana proyek itu dijatuhi sanksi berupa pengembalian uang ke kas daerah sebesar Rp1,4 juta.

Jamal, salah seorang warga asal Kelurahan Dalpenang mengungkapkan, jika pembangunan rabat beton di kelurahannya itu, memang melewati lahan miliknya. Tetapi itu sudah atas dasar persetujuan warga setempat, bahkan pihaknya bersama warga lainnya yang mengajukan proyek rabat beton tersebut kepada kelurahan.

Namun yang disayangkan olehnya, dalam proses pengerjaan rabat beton itu, malah warga tidak dilibatkan, tetapi dilaksanakan secara kontraktual murni.

Dirinya membeberkan, pengerjaan rabat beton hanya dikerjakan satu malam oleh pihak kontraktor. Padahal sebelumnya, pihaknya sudah mewanti-wanti kepada pihak pelaksana untuk tetap menjaga kualitas proyek, bahkan sudah dilaporkan kepada pemerintah kelurahan setempat, namun hasilnya sangat mengecewakan, kualitas jelek.

“Jelas, kami merasa sangat kecewa karena tidak dilibatkan dalam pelaksanaanya, parahnya lagi kualitas rabat beton ini sangat buruk, tidak sesuai dengan harapan warga, karena usia proyek belum satu tahun, tapi sudah banyak yang retak,” kesalnya, Senin (23/3/2020).

Sementara itu,  Lurah Dalpenang Moh Sutrisno selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) program ADK tersebut, tidak menampik jika program ADK melewati lahan warga. Tetapi, sudah atas persetujuan warga setempat, hanya saja tidak ada persetujuan secara tertulisnya.

Terkait pelaksana proyek, yakni kontraktual murni itu, yang dilaksanakan oleh CV. Putra Bagus. Berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat Sampang beberapa waktu lalu, pembangunan rabat beton yang berlokasi di depan SDN Dalpenang 3 itu, diketahui mengalami kekurangan volume, akibatnya pelaksana dijatuhi sanksi pengembalian sebesar Rp1,4 juta.

“Volume rabat beton ini semestinya 50 meter, tetapi realisasinya masih ada kekurangan sehingga pelaksananya disanksi pengembalian. Kami (Kelurahan red) tetap menyarankan pelaksana segera mengembalikan, sesuai hasil pemeriksaan dari Inspektorat ini,” ungkapnya. (sub/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *