oleh

Program RTLH Kelurahan di Sampang Tidak Dikerjakan

KABARMADURA.ID, Sampang -Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Sampang tahun ini mendapat program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 80 unit. Program tersebut hanya diperuntukkan kepada empat kelurahan.

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Pertanahan DPRKP Sampang, Roy Abdul Rokib mengatakan, RTLH bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) afirmasi berlokasi di empat kelurahan, yakni Kelurahan Rongtengah, Banyuanyar, Gunung Sekar dan Karang Dalam. Dari empat kelurahan tersebut realisasinya tidak maksimal. Sebab, masih ada kelurahan yang tidak mengerjakan sama sekali.

“Masing-masing kelurahan mendapatkan 20 unit,sehingga totalnya ada 80. Sayangnya, hingga saat ini realisasi programtidak maksimal, belum dikerjakan,” paparnya.

Dikatakan Roy (sapaan akrabnya), untuk nominal dari masing-masing unit RTLH ini besaran anggaran hanya Rp17,500 juta. Sebab, program ini merupakan stimulan, sehingga dengan batuan tersebut penerima lebih merangsang untuk diperbaiki rumahnya, bahkan jika ada dana tambahan dari pribadinya dinilai lebih bagus.

“Besaran anggarannya satu unit rumah Rp17,500, dengan rincian Rp15 juta untuk bahan, Rp2,5 juta untuk bayar tukang. Proses pengajuannya, kelurahan atau dinas mengusulkan. pengajuannya melalui proposal.” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Sampang H. Abdussalam mengatakan, hasil pantauannya sebagian masih baru terealisasi tiga puluh persen. khusu untuk kelurahan yang tidak mengerjakan sama sekali perlu dipertanyakan. Pihaknya akan melakukan pemanggilan atau meminta penjelasan kepada dinas terkait.

“Jika anggarannya sudah turun harus segera dikerjakan,” tuturnya.

Agar program RTLH tidak menjadi bancakan, pihaknya akan menjadwalkan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi pembangunan RTLH.

“Nanti komisi III akan turun kelapangan,  untuk data-datanya kami sudah pegang,” pungkasnya. (mal/mam)

Komentar

News Feed