Program Sanitasi Rp12,9 M di Bangkalan Sasar 11 Kecamatan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) TERBATAS: Program sanitasi 2021 tidak tersebar di semua kecamatan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Program sanitasi di Kabupaten belum sepenuhnya menyentuh semua lapisan masyarakat. Pasalnya, dari anggaran Rp12,9 miliar hanya menyentuh 11 kecamatan dari 27 kecamatan.

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan CK) Sumenep Benny Irawan mengatakan, program sanitasi hanya memprioritaskan kecamatan berdasarkan usulan. Jadi bantuan ini tidak merata “Memang tidak menyeluruh karena bantuan berdasarkan acuan dari masyarakat,” katanya, Kamis (14/01/2021)

Bacaan Lainnya

Diketahui, sanitasi merupakan usaha untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yang baik di bidang kesehatan, terutama kesehatan masyarakat. Tujuannya,untuk menjamin kebersihan lingkungan.

Beni menjelaskan, program sanitasi yang dimaksud yakni, pembangunan mandi cuci kakus (MCK) untuk musala, dan masjid dan beberapa madrasah atau pondok pesantren.

“Pelaksanaan kami targetkan akhir Februari 2021 hingga akhir tahun 2021,”ucapnya.

Dijelaskannya, dari sebelas kecamatan yang menerima program sanitasi, yakni dua tematik, untuk tematik penanganan stunting yakni, diantaranya Kecamatan Manding di Desa Giring Desa Manding Daya, Desa Kasengan. Kecamatan Pragaan di Desa Aeng Panas Kaduara Timur. Kecamatan Saronggi di Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Batu Putih di Desa Gedang- gedang. Kecamatan Ganding di Desa Ketawang dan Desa Larangan. Kecamatan Ambunten di Desa Sogian, Kecamatan Dasuk di Desa Bringin, Desa Slopeng.

Untuk tematik penanggulangan kemiskinan yakni, Kecamatan Saronggi, di Desa Talang, Kecamatan Talango di Desa Essang. Kecamatan Ganding Desa Rombia Timur. Kecamatan Pasongsongan di Desa Seddara. Kecamatan Ambunten di Desa Tamba agung Tengah, Desa Bukabu. Kecamatan Rubaru di Desa Rubaru. Kecamatan Pragaan di Desa Rombasan, Desa Pragaan Laok Desa Parenduan dan Desa Larangan Perreng.

“Untuk sisa yang belum tersentuh karena tidak mengajukan,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M.Ramzi mengatakan, akan mendukung upaya Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Sumenep untuk menyediakan fasilitas sanitasi untuk kesehatan warga. Namun menyenangkan ketika program tersebut tidak menyeluruh. Itu merupakan pekerjaan rumah besar bagi OPD terkait.

“Bukan menunggu ajuan. Tetapi, OPD menjemput bola dan melakukan penjelasan pada masyarakat. Tujuannya, agar masyarakat paham dan dapat mengajukan itu,” pungkasnya. (imd/mam)

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *