oleh

Program SHAT di Diksop UM Sumenep Sasar 2000 Bidang Tanah

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Program sertifikat hak atas tanah (SHAT) untuk usaha kecil menengah (UKM) kembali diajukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop dan UM). Meski sebelumnya program tersebut tidak terlaksana, namun tahun ini dipastikan program untuk legalisasi tanah bagi UKM itu bisa terealisasi.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UKM) Diskop UM Sumenep Lisa Bertha Soetedjo menyampaikan, tahun ini kembali diajukan sekitar 2.115 namun ada sebagian yang tidak diterima.

“Kami ajukan dengan jumlah di atas dua ribuan tapi yang disepakati sekitar 2000 SHAT,” kata Bertha. Senin, (8/3/2020).

Dia menuturkan, untuk mendapatkan program itu peserta harus mempunyai unit usaha dengan dibuktikan keterangan usaha dari desa. Ditambahkannya, untuk SHAT tahun 2020 sama sekali tidak tersalurkan, yaitu ada sekitar 350 calon penerima yang sementara dibekukan dan berencana akan disalurkan tahun ini.
“Tahun kemarin kita kan tidak diperkenankan ada kegiatan, makanya itu tidak terealisasi. Gara-gara Covid-19, kita dilarang beraktivitas ke bawah,” imbuhnya.

Ditambahkannya, salah satu tujuan program SHAT adalah memberikan kemudahan agat tanah memiliki legalitas dan nantinya  bisa dibuat jaminan ke bank untuk modal usaha. Artinya apabila masyarakat ingin punya usaha dan kekurangan modal, maka sertifikat ini bisa menjadi jaminan perbankan.

“Selain itu, program SHAT ini juga bisa mencegah terjadinya konflik di tengah masyarakat terkait tanah. Sehingga kericuhan karena rebutan petak tanah bisa dihindari,” pungkasnya. (ara/mam)

Komentar

News Feed