oleh

Anggaran Smart City Ngendap di Kas Daerah Rp13 Miliar

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Program Smart City digagas pada tahun 2016 dan dianggarkan pada tahun 2017 sampai tahun 2018. Namun anggaran itu masih ngendap di kas daerah (kasda). Pada tahun 2017, dengan jumlah anggaran Rp3 miliar juga gagal terealisasi. Kemudian Pada tahun 2018, jumlah anggaran Rp10 miliar. Namun sayangnya program tersebut juga gagal terealisasi. Alasannya, payung hukum dan regulasinya belum jelas.

Kabag Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa, Basri menyampaikan, semua  pengelolaan pengembangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), kalaupun ada kegiatan yang dianggarkan dan kegiatannya belum dilaksanakan, keuangannya ada di kasda. Sebab,  ketersediaan anggaran itu disesesuaikan dengan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) yang ada.

“Misalnya, dianggarkan untuk jaringan ya tetap diperuntukkan untuk  jaringan dan tidak dapat dianggarkan dengan yang lainnya,” ujarnya.

Dijelaskan, dari tahun anggaran (TA) 2019 sudah akan segera dilakukan pelelangan untuk program tersebut,  menurutnya, akan  dijadwal ulang, sebab pada tahun  2018 sudah kita lelang tidak ada rekanan yang memenuhi persyaratan dan tindak lanjut dari kegiatan itu  akan segara dilaksanakan pada tahun 2019.

“Mohon doa restu insyaallah dalam waktu dekat ini akan kita lelang,” katanya, Rabu (27/3).

Basri menambahkan, masih ada beberapa yang akan dikoordinasikan dengan dinas terkait yakni Dinas Komunikasi dan Info infomasi (Diskominfo) Pamekasan. Ia menyebutkan, semuanya akan rampungkan baru kita lelang serta  mekanisme penganggarannya  akan dipertanggungjawabkan.

“Kesimpulannya sampai sekarang tidak ada perubahan. Nanti jika rampungkan semua akan diadakan pelelangan dan dijadwal ulang pada tahun 2019,” paparnya.

Ketua Komisi Informasi DPRD Pamekasan  Ismail menyampaikan, untuk program Smart City kita sudah mengadakan rapat bahwa program itu akan segera diluncurkan. Namun memang ada beberapa item yang tidak terlaksana setelah dikonfirmasi ke Diskominfo.

“Sampai detik ini masih belum tahu kabar terbaru. Namun, memang di tahun 2019 ini akan dilelang,” tegasnya.

Program Smart City  banyak manfaatnya salah satunya akan membangun koneksi antarsemua organisasi perangkat daerah (OPD) di Pamekasan sehingga sapat memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

“Jika berdiri Smart City maka efektif dan efesien itu akan terbangun,” ujar politisi Demokrat tersebut.

Diharapkan Smart City bukan hanya diperuntukkan untuk OPD saja, tetapi juga untuk kecamatan dan desa terutama terkait administrasi kependudukan (Adminduk) supaya lebih mudah.

“Berharap di triwulan pertama sudah dilelang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo saat dikonfirmasi masih belum bisa memberikan keterangan. Informasinya Kepala Dinas Kominfo Pamekasan masih berada di luar kota. (km45/pai)

Komentar

News Feed