Program Tagana Masuk Sekolah di Sampang Kurang Merata

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FOR KM/ERWIN) DINSOS: Sosialisasi kepada siswa terkait kebencanaan

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Pelaksaan program tagana masuk sekolah di Kabupaten Sampang masih belum terialisasi sepenuhnya. Hal itu terbukti dari program tersebut hanya segelintir sekolah yang masih dikunjungi. Kamis, (3/12/2020).

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Sampang Erwin Elmi Syahrial menuturkan, program tagana masuk sekolah sasarannya untuk memberikan pemahaman kepada siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) atau SMK terkait penanganan bencana di Sampang.

Bacaan Lainnya

Namun, karena wabah Covid-19 hingga saat ini belum selesai,  maka sementara masih fokus kepada siswa yang berada di lokasi yang rawan terjadi bencana, seperti banjir. Sehingga dengan peserta tagana masuk sekolah, nantinya bisa membantu dan memahami dalam penanganan bencana.

“Hanya menyisir sekolah-sekolah yang rawan terjadi bencana banjir. Seperti Kecamatan Kedungdung, Omben dan Karang Penang, untuk lainnya tahun 2021, dan itu pun kalau Covid-19 sudah tidak ada,” ungkapnya, Kamis (3/12/2020).

Menurutnya, tagana masuk sekolah itu masuk kegiatan kebencanaan, dan itu suatu program yang diperuntukan kepada semua bencana, dan sesuai SE Kementerian Sosial bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Sementara ini di Sampang hanya perwakilan dari beberapa lembaga, sehingga untuk tingkat SMP ada 50 siswa dari 14 lembaga, kemudian SMA dan SMK 10 lembaga,” imbuhnya.

Kendati demikian, program tersebut di kabupaten lain sudah berjalan dari tahun 2019 lalu, tetapi di Sampang baru bisa direalisasikan. Dalam menjalankan program tersebut sifatnya suka rela. Sebab tidak ada anggarannya.

“Ini hanya sosialisasi kepada siswa terkait penanganan kebencanaan, dan untuk anggaran hanya bentuk konsumsi dan honor narasumber,” tuturnya. (mal/mm).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *