oleh

Program Tanaman Pekarangan di DKPP Sumenep Rawan Disembunyikan

KABARMADURA.IS, SUMENEP -Realisasi program tanaman pekarangan dinilai tidak begitu maksimal. Sebab, selain program tersebut tidak menyeluruh, juga minim sosialisasi.

Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumenep Kurratul Aini mengakui, program tanaman pekarangan hanya tersebar di dua wilayah yakni, hanya di Kecamatan Rubaru dan Kecamatan Ganding.  Masing-masing ada satu kelompok.

“Tahun ini hanya dianggarkan Rp100 juta dan masing-masing kelompok mendapatkan Rp50 juta,” katanya, Senin (15/3/2020)

Mekanisme penyalurannya, setiap kelompok akan mendapatkan transfer uang dari pemerintah daerah. Setelah itu, kelompok membelikan pembelian tanaman. Misalnya, kangkung, bayam, serta tanaman pekarangan lainnya.

“Minimal tanaman tersebut seluas 500 meter,” ujarnya.

Menurutnya, menanam tanaman di pekarangan menjadi salah satu strategi ketahanan pangan dan antisipasi ancaman krisis pangan. Sehingga, melalui bantuan nantinya dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat.

“Nanti pada tahun 2022 akan dimaksimalkan,” ujar dia.

Diakuinya, anggaran tanaman pekarangan sangat  minim. Pada tahun 2020 lalu hanya Rp75 juta. Dikatakannya, jika program atas dasar pengusulan dari masyarakat.

“Kami sifatnya menunggu pengajuan dari para petani. Jika ada pengajuan dan layak maka akan disalurkan, tahun ada 5 kelompok yang mengajukan. Tetapi, hanya dua yang diterima” ujar dia.

Sebelumnya, Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengatakan, program tanaman pekarangan sangat cocok jika dikhususkan pada wilayah khusus stunting. Selain itu, dinas terkait betul- betul serius dalam memberikan sosialisasi, sehingga semua masyarakat tahu akan program tersebut.

“Harus ada perhatian lebih dari pemkab, program ini perlu ada penekanan sosialisasi secara serius, jangan sampai program tanaman pekarangan ini ada kesan disembunyikan,” (imd/mam)

 

Komentar

News Feed