Program Tistas Dinilai Tebang Pilih

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Bangkalan-Program Pendidikan Gratis dan Berkualitas (Tistas) yang diprakarsai oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bertujuan untuk memberikan biaya sekolah gratis kepada siswa tingkat SMA.

Sayang, program itu dinilai tebang pilih, lantaran sasarannya hanya meliputi siswa SMA di bawah naungan Dinas Pendidikan. Sementara, siswa Madrasah Aliah (MA) di bawah naungan kementerian agama, tidak masuk dalam sasaran program tersebut.

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Bangkalan Abdul Hamid, menilai perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan di madrasah masih rendah.

Indikasinya, siswa lembaga Madrasah Aliyah (MA) seringkali luput dari sasaran program pendidikan, seperti Program Tistas yang diinisiasi Gubernur Jawa Timur. Tak pelak, Madrasah Aliyah di bawah naungan Kemenag merasa dianak tirikan.

“Program Tistas tidak menyentuh siswa madrasah aliyah. Padahal ini kan anggarannya dari pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang katanya untuk siswa. Kenapa harus dibedakan,” sesalnya, Minggu (7/7).

Dilanjutkan Hamid, agar siswa MA tidak merasa dianak tirikan oleh Pemprov Jatim, pihaknya berjanji akan berupaya agar siswa yang bersekolah di MA juga mendapatkan program tersebut.

Sebab menurutnya, tidak seharusnya pemprov membeda-bedakan sasaran program pendidikan gratis itu kepada siswa, meskipun dia mengakui naungan antara SMA dengan MA  berbeda. Dikatakannya, siswa atau anak yang bersekolah merupakan tanggung jawab semua pihak termasuk Pemprov Jatim.

“Kita sedang mengusahakan agar siswa di MA juga mendapatkan program ini. Saat ini kita sedang koordinasi dengan Bu Khofifah agar tidak ada pembedaan,” katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Bangkalan Sunarto mengatakan, memang program Tistas ini diperuntukkan hanya lembaga SMA/SMK di bawah naungan Disdik saja. Sementara, untuk lembaga MA tidak kebagian program tersebut, lantaran MA berbeda naungan dengan lembaga SMA/SMK.

“MA ini kan berada dibawah naungan Kemenag. Kalau pemprov ikut cawe-cawe ya salah,” paparnya.

Sunarto mengungkapkan, program ini bukan kewenangan dari Gubernur. Oleh sebab itu, Gubernur Khofifah tidak berani untuk memberikan Program Tistas bagi siswa yang bersekolah di MA.

“Meski sama-sama siswa Bangkalan, tapi kewenangannya berbeda. Kalau MA sudah ranahnya Kemenag, kalau SMA/SMK kan masuk kewenangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),” tukasnya. (ina/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *