oleh

Program Unggulan Desa di Sumenep Masih Minim

Kabarmadura.id/SUMENEP– Program unggulan desa yang disarankan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep masih minim dan bahkan belum ada geliat. Padahal, dinas terkait seringkali mewanti-wanti untuk meninkatkan program unggulan desa.

Di Sumenep  produk unggulan desa yang tampak kepermukaan hanya ada wisata alam pantai sembilan di Pulau/Kecamatan Gili Genting, petani garam di Desa Karang Anyar Kecamatan Kalianget dan sistem simpan pinjam.

Mestinya semua desa yang ada mampu memetakkan program unggulan desa yang dapat dikembangkan di desanya.

Kepala DPMD Kabupaten Sumenep Ahmad Masuni menegaskan, desa setidaknya dalam mengembangkan produk unggulan tidak sekadar asal-asalan, tetapi memang produk yang bisa menjadi daya tawar tinggi.

“Program unggulan yang dikembangkan di desa itu bisa nantinya, menciptakan pelaku usaha, terserah apa saja yang mau dikembangkan, nanti kalau sudah ada dan pemberdayaan masyarakat bisa mengundang atau melatih di Balai latihan kerja (BLK) agar berkelanjutan,”paparnya, Kamis (28/03).

Pihaknya seringkali memawanti-wanti masyarakat agar desa juga bisa merealisasikan embung desa yang digunakan untuk lahan pertahian, badan usaha milik desa (BUMDes), produk unggulan desa, dan olahraga.

“Itu semua bisa dianggarkan dari DD/ADD, tinggal nantinya bisa rencanakan dengan baik dan kembangkan, tidak hanya sekadar formaslitas pemenuhan program, tetapi bisa berjangka panjang,”jelasnya.

Selama ini, yang diketahui dalam hal pengembangan produk unggulan desa ia mengatakan ada yang mengebangkan dibidang pertanian seperti garam, ada yang dibidang usaha pariwisata, dan sistem simpan pinjam.

“Tentu ini bisa dikembangnkan dengan BUMDes itu. Pengebangan itu bisa dilakukan secara kelompok,” tegasnya. (mun/rei).

Komentar

News Feed