oleh

Protokol Kesehatan Penumpang di Terminal Ronggosukowati Pamekasan Diperketat

Kabamadura.id/Pamekasan–Perubahan sejak dibukanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai terlihat di Terminal Ronggosukowati Pamekasan. Aktivitas angkutan umum mulai ramai lancer, bahkan bus angkutan kota dalam provinsi (AKDP) mulai beraktivitas normal.

“Sudah normal lagi, bus AKDP hari ini sudah 35 unit transit di sini,” demikian diungkapkan Syamsul petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan yang bertugas di Terminal Ronggosukowati, Senin (27/7/2020)

Sementara itu, untuk bus angkutan kota antar provinsi (AKAP) yang transit di Terminal Ronggosukowati hingga pukul 14.00 WIB sebanyak 11 unit.

Syamsul menyebutkan pihaknya masih bersikap tegas dalam penekanan masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan. Sejumlah warga yang tidak mengindahkan protokol kesehatan seperti tidak bermasker ditegur dan tidak diizinkan melanjutkan perjalanan.

Bahkan untuk calon penumpang bus AKAP, setiap penumpang diharuskan melampirkan surat keterangan dari pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) setempat. Bahkan harus melalui papid test sebelumnya.

Karena itu lah, menurut Syamsul penumpang bus baik AKAP maupun AKDP tidak seramai sebelumnya. Selain setiap armada bus diharuskan membawa penumpang separuh dari kapasitas bus, penumpang juga diharuskan rapid test terlebih dahulu.

“Hanya saja penumpang sedikit, banyak yang masih takut untuk bepergian. Mungkin karena pengawasan yang ketat juga,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang yang berjualan di area terminal Sunarsih mengaku telah mengalami perubahan secara ekonomi. Jika sebelumnya dirinya tidak mendapat penghasilan sama sekali, kini tokonya mulai kedatangan sejumlah pembeli yang mayoritas adalah penumpang bus.

“Alhamdulillah sudah ada perubahan meski tidak banyak, kalau dulu kan gak ada sama sekali, karena terminalnya tutup,” ujarnya. (ali/pin)

 

Komentar

News Feed