Proyek Daur Ulang Dijauhi Rekanan

  • Whatsapp
SAMPAH: Kondisi sampah tetap menumpuk tanpa ada lembaga khusus daur ulang.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Rencana pembangunan Pusat Daur Ulang Sampah (PDUS) oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, mandek. Hal itu terjadi, lantaran hingga kini tidak ada rekanan yang meminati program tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah, Limbah, serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Sumenep Agus Salam menyampaikan, secara legalitas Pemerintah Kabupaten Sumenep belum mempunyai lembaga khusus pengelolan sampah.

Oleh karenanya, tahun ini DLH menganggarkan secara khusus untuk pengadaan alat pengangkut sampah, hingga  tempat pengelolaan sampah yang dalam hal ini familiar dengan sebutan PDUS.

“Ya pemerintah pasti memerhatikan untuk pengondisian sampah yang berserakan, salah satu upayanya ya ini telah menganggarkan truck atau mobil sampah atau PDUS ini,” katanya, Kamis (19/9).

Dikatakan Agus Salam, besaran anggaran untuk pembangunan PDUS senilai Rp1,3 miliar, dana itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2019. Namun sayangnya, hingga penghujung triwulan ke tiga ini, angaran tersebut belum terserap, karena masih belum menemukan pelaksana proyek tersebut.

Agus (sapaan akrabnya) juga menyampaikan, untuk memaksimalkan penampungan sampah, pemerintah daerah juga akan mempatkan lokasi pembangunan PDUS itu di dekat Tempat Pembuangan Sampah (TPA).

“Akan kami bangun di Kecamata Batuan dekat TPA, tapi masih belum mulai, masih proses lelang tender,” imbuhnya.

Pihaknya sangat berharap, agar dalam waktu dekat sudah ada kabar baik dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Sumenep. Karena memang dalam waktu dekat, proses pengadaan PDUS memang harus segera digenjot melihat batas waktu yang kian mendekat.

Pengadaan PDUS juga diharapkan menjadi salah satu lembaga yang sangat berperan dalam meminimalisir atau dapat mengendalikan sampah, selain itu juga diharapkan lembaga tersebut bisa menjadi salah satu sumber kemandirian dalam hal perekonomian dari masyarakat.

“Kami berharap satu dua minggu ke depan sudah ada yang menangkan tender, karena tahun ini proyek tersebut harus selesai,” pungkasnya. (ara/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *