Proyek Jalan Angon Angon-Pajenangger Pulau Kangean Libas Deadline

  • Whatsapp
(FOTO: PU BINA MARGA FOR KM) LANGGAR ATURAN: Pengerjaan peningkatan Jalan Angon Angon-Pajenangger Kecamatan Arjasa Pulau Kangean tampak belum selesai hingga masa kontrak berakhir. Kemarin (22/9/2021).

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Kontraktor proyek peningkatan Jalan Angon Angon-Pajenangger di Kecamatan Arjasa tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Hingga deadline hari ini (22/9/2021) progres pekerjaan masih tinggal sepanjang 300 meter yang belum dikerjakan.

Padahal, sesuai kontrak pengerjaan hingga Selasa (21/9/2021). Kondisi tersebut membuat kontraktor harus diberlakukan denda. Bahkan, jika tidak selesai pada masa perpanjangan terancam diputus kontrak.

Molornya pengerjaan proyek Jalan Angon Angon-Pajanangger diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Teknik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumenep Agus Adi Hidayat. Kontraktor yang melabrak deadline berhak mendapatkan sanksi administratif. Yakni, diberlakukan denda 1/1000 (satu permil) dari nilai pekerjaan yang belum selesai

“Jika pekerjaan tinggal sisa pengerjaan Rp200 juta, maka 1/1000 dari nilai tersebut. Jadi tergantung sisa proyek,” katanya, Rabu (22/9/2021).

Dia mengatakan, denda berlaku dari saat ini. Jika semakin lama pengerjaan maka kontraktor akan semakin rugi. Harapannya, pengerjaan bisa secepatanya diselesaikan. Jika tidak dikerjakaan bukan hanya denda tetapi akan diputus kontrak. Sehingga tahun depan tidak akan diikutkan pada kepesertaan lelang.

“Pemberlakuan denda sesuai peraturan presiden (Perpres) Nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, dari pihak kontraktor pekerjaan Faiz Jaqsan mengakui pengerjaan proyek libas deadline. Namun, dirinya optimis pengerjaan tersebut diperkirakan selesai dalam empat hari ke depan.

“Pengerjaan saat ini tinggal 300 meter. Kami menargetkan mencapai 100 meter dalam seharinya. Jadi, Insya Allah hari Jumat (24/9/2021) sudah selesai,” paparnya.

Dia memaparkan, pengerjaan libas deadline karena terkendala hujan. Sehingga, pada saat hujan tidak dapat dikerjakan. termasuk menunggu datangnya materiil. “Hal ini sudah biasa mas, kami sudah berusaha mengerjakan yang terbaik dan sesuai spesifikasi, semua konsekuensi akan kami terima,” tegas dia.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *