Proyek Jalan Angon-Angon Pulau Kangean Terancam Diputus Kontrak

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) KERJA KERAS: Proyek peningkatan jalan Angon-Angon–Pajanangger di Kecamatan Arjasa Pulau Kangean, tampak sedang dikerjakan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Harapan Dinas PU Bina Marga Sumenep dalam menyelesaikan 10 paket proyek peningkatan jalan mulai hampir tidak sesuai rencana. Pasalnya, proyek peningkatan Jalan Angon-Angon–Pajanangger di Kecamatan Arjasa Pulau Kangean pengerjaannya lambat. Padahal, proyek peningkatan jalan tersebut dilelang lebih awal dari pada 9 proyek lainnya.

Kepala bidang (Kabid) Teknik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sumenep Agus Adi Hidayat mengatakan, dari 10 peket proyek peningkatan jalan hanya satu yang terancam labrak deadline. Sebab, hal tersebut masih baru dikerjakan.

Bacaan Lainnya

“Proyek peningkatan Jalan Angon-Angon–Pajanangger baru dikerjakan. Sedangkan 9 paket sudah selesai, misalnya di Jalan Padike-Cabbiye, Saronggi-Tanjung dan lainnya ” katannya, Selasa (31/08/2021).

Menurutnya, masa kontrak peningkatan jalan Angon-Angon–Pajanangger akan berakhir 21 September. Sementara, saat ini sudah memasuki awal September. Berarti sisa 21 hari untuk menyelesaikan pengerjaan itu.

“Pokoknya pengerjaan harus selesai. Jika tidak selesai maka akan diberlakukan denda, dan setelah itu tetap tidak selesai akan diputus kontrak,” tegasnya.

Diketahui, pagu anggaran proyek tersebut senilai Rp1.590.160.000 dengan harga terkoreksi Rp1.252.252.013 (Nilai kontrak Rp1,252 M) dengan panjang jalan kurang lebih 3.5×1850 meter.

Sementara itu, Kontraktor Pelaksana Faiz Jaqsan mengakui keterlambatan pengerjaan itu, saat ini progres pengerjaan mencapai 200 meter, dalam setiap hari sebanyak 100 meter, kontraknya berakhir pada bulan September.

“Ketika tidak ada kendala, pastinya sebelum tanggal 21 September selesai. Kira-kira 2 minggu ini selesai,” ujarnya

Alasan baru dikerjakan, diakuinya material yang dibutuhkan tersebut cukup banyak, Kemudian, lokasi pengerjaannya cukup jauh. Sebab, untuk pengiriman material harus jangka waktu dua jam.

Jika lewat deadline yang ditentukan, menurutnya masih ada kesempatan 50 hari untuk dikerjakan. Setelah tidak selesai. Maka akan di denda satu per seribu. Misalnya, kontraknya Rp1 miliar maka dendanya Rp1 juta dalam satu hari.

“Kami pasti optimis selesai, meski pengerjaan lambat . pungkasnya. (imd/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *