Proyek Jalan Rp8 Miliar di Sampang Rawan Makan Korban

  • Bagikan
(FOTO: KM/Ist) MEMBAHAYAKAN: Proyek pelebaran jalan di Desa Sogian Kecamatan Omben Kabupaten Sampang, dibiarkan tanpa adanya penerangan dan rambu-rambu pekerjaan. 

KABAMADURA.ID, SAMPANG – Pekerjaan pelebaran Jalan Provinsi di Desa Sogian Kecamatan Omben Kabupaten Sampang terhenti. Akibatnya, lubang pengurukan jalan cukup membahayakan pengendara yang melintas. Terutama saat malam hari. Sebab, di area proyek tidak ada penerangan dan hanya tersedia rambu-rambu dari tali. Itupun, hanya sebagian gurukan yang ditandai dengan tali.

“Jelas sangat membahayakan bagi pengendara, karena tidak ada rambu-rambu dan penerangan jalannya. Secara otomatis, ketika malam hari lubang galian di tepi jalan itu tidak terlihat oleh pengendara. Bahkan, saya sendiri hampir menjadi korbannya, terutama bagi pengendara roda dua,” keluh Alimuddin (34) warga Kecamatan Omben, Kamis (1/7/2021). 

Semestinya, pekerjaan dilengkapi dengan penerangan. Sehingga, dari kejauhan sudah jelas diketahui oleh pengendara jika ada proyek. Dengan demikian, para pengendara akan memelankan laju kendaraannya. Selain itu, proyek sudah cukup lama tidak dilanjutkan. Hanya beberapa hari, pekerja menggali lubang di tepi jalan.

“Sudah lama proyek dihentikan. Sebelum hujan turun berkali-kali. Saya tidak tahu apa penyebabnya. Namun, lubang di pinggir jalan tidak ditutup. Yang pasti, pekerjaan dimulai sejak bulan Mei 2021,” kesal warga sekitar yang menolak namanya dikorankan. 

Berdasarkan data yang dihimpun Kabar Madura, proyek tersebut merupakan kegiatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Binamarga Provinsi Jawa Timur (Jatim) dengan anggaran sebesar Rp8.112.303.295. Sedangkan untuk kontrak pekerjaan tertanggal 15 April 2021 dengan limit pekerjaan selama 240 hari. 

Selain itu, konsultan pengawasnya  yakni PT Bhakti Persada. Untuk pemenang tender atau pelaksana proyek miliaran rupiah yakni PT. Rukun Jaya Madura Group yang beralamat di Jalan Suhadak Gang IV Nomor 14, Sampang. 

Saat dikonfirmasi, Pimpinan PT. Rukun Jaya Madura Group Moh. Syarifuddin mengaku, pekerjaan sengaja dihentikan sementara. Sebab, terkendala turun hujan selama beberapa minggu terakhir.  “Bukan berhenti, tapi memang sengaja dihentikan sementara. Karena faktor hujan. Jika dilanjutkan, maka hasilnya akan rusak,” responnya. 

Disinggung soal batas waktu kontrak?. Pihaknya mengaku, masih banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Namun, disinggung sudah memasuki bulan kedua pelaksanaan? Pihaknya enggan memberikan keterangan. Sebab, tanggal kontrak terhitung sejak tanggal 15 April 2021 dengan batas waktu pekerjaan 240 hari kalender. (man/ito)

Baca juga  Bupati Sampang Lepas Keberangkatan 300 Santri Sidogiri
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan