Proyek Jembatan Desa Sreseh Sampang Ditender Ulang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) JADWAL ULANG: Seluruh penawaran harga proses lelang jembatan pengunjung di Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang, tidak memenuhi persyaratan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Lelang proyek peningkatan jembatan penghubung desa di Kecamatan Sreseh, terpaksa harus ditender ulang. Indikasinya, semua peserta lelang tidak memenuhi persyaratan saat dilakukan evaluasi dokumen penawaran. Sehingga, pengelola barang dan jasa (barjas) unit layanan pengadaan (ULP) harus menggagalkan kelanjutan tahapan lelang.

Yakni, tidak lolos verifikasi dan evaluasi. Sehingga, proyek jembatan senilai Rp320 juta harus dilelang tender ulang. Dana pembangunan jembatan, bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2021. Jembatan, akan dibangun sebagai penghubung antara Desa Bangsah dan Junuk Kecamatan Sreseh.

Bacaan Lainnya

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Pengelolaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Sampang Siti Fahriyah mengatakan, lelang pertama tidak bisa dilanjutkan. Sebab, semua perusahaan tidak bisa memenuhi persyaratan yang ditentukan. “Setelah dievaluasi dari semua dokumen penawaran, tidak ada yang memenuhi syarat. Terpaksa, lelang harus diulang untuk mendapatkan pelaksana yang bisa memenuhi persyaratan,” ujarnya, Rabu (16/6/2021).

Menurutnya,terdapat beberapa tahap evaluasi pada proses lelang. Masing-masing, tahap evaluasi administrasi, verifikasi, teknis dan harga. Semua tahapan harus lulus. Sehingga,  akan ditentukan pemenang tender sesuai ketentuan  tersebut. “Jika tidak lulus dalam satu tahapan berarti gugur. Karena, sistem yang digunakan langsung gugur. Maka, jika semuanya tidak memenuhi syarat harus dilelang ulang,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Sampang Abdussalam berharap, gugurnya semua peserta memang murni akibat tidak terpenuhinya persyaratan. Bukan ada faktor lain yang berbau kongkalikong. Sehingga, tidak mengorbankan waktu pelaksanaan pembangunan yang otomatis harus mundur.

“Kami mendukung tender ulang, jika sudah ada yang memenuhi syarat. Tapi, berharap hal itu bukan efek kepentingan lain yang bisa menghambat proses pembangunan,” responnya.  (man/ito)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *