oleh

Proyek Pasar Kolpajung Dibelit Sulitnya Pemenuhan Syarat

Kabarmadura.id/PAMEKASANKetidakpastian rencana pembangunan Pasar Kolpajung, rupanya lantaran belum diajukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Terdapat dokumen yang perlu dilengkapi sebelum diajukan ke pemerintah pusat, namun sangat sulit dipenuhi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Ahmad Sjaifuddin menerangkan, proyek yang diperkirakan akan menghabiskan biaya Rp100 miliar lebih itu belum menghasilkan petunjuk pemerintah pusat.

“Belum jelas pembangunan itu kapan. Sampai saat ini belum ada petunjuk dari pusat,” ungkapnya.

Proyek yang dijanjikan pemerintah pusat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan itu, harus memenuhi syarat  yang sulit diselesaikan dan memakan waktu yang relatif lama.

Syarat yang disebut sulit dan butuh waktu lama itu antara laindokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), admal lalin (lalu lintas), surat pernyataan bupati, proposal, detail enginering design (DED), RAB, izin lokasi dan izin mendirikan bangunan (IMB).

Bahkan, Ahmad tidak bisa memprediksi kapan pembangunan pasar tebesar di Pamekasan itu dapat terlaksana. Dia juga tidak memungkiri bahwa adanya wabah Covid-19 turut menjadi alasan lambatnya petunjuk dari pemerintah pusat.

“Banyak dokumen yang harus dilengkapi sebelum kemudian dapat dilaksanakan pembangunan, itu yang rumit,” tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Moh. Ali berharap semua pihak dapat bersabar dengan lambatnya Kabupaten Pamekasan untuk memiliki pasar baru. Sebab, Covid-19 cukup membuat sejumlah sektor lumpuh termasuk pembangunan.

Kendati begitu, politikus Partai Demokrat itu meminta pemkab untuk terus berusaha memenuhi segala persyaratan yang diminta agar pembangunan bisa segera dilakukan. Harapannya agar masyarakat Pamekasan segera memiliki pasar baru yang lebih layak.

“Bersabar saja. Tapi harus terus berusaha, karena pandemi ini dampaknya luar biasa,” ujarnya. (ali/waw)

Komentar

News Feed