Proyek Pelabuhan Bergeser, Mantan Kades Merasa Dikhianati

  • Whatsapp
BERGESER: Lahan Pelabuhan Gili iyang di Kabupaten Sumenep yang bakal digarap November 2019 mendatang.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Pembangunan Pelabuhan Gili Iyang, dipermaslahkan manta kepala desa setempat. Terutama mengenai pemindahan lokasi yang dilakukan tanpa sepengetahuannya.

Sebagaimana diungkapkan mantan Kepala Desa Banraas Haji Fathor, lokasi proyek awal sudah berdasarkan musyawarah bersama gubernur, dishub dan camat, berada di desanya. Namun setelah anggaran cair, ada informasi pengalihan ke Desa Bancamara tanpa sepengetahuannya. Dia curiga, pengalihan tersebut ada kepentingan tertentu.

“Seharusnya etika juga tetap dijaga, dengan memberi tahu sebelumnya. Saya sakit hati dan merasa dikhianati, Sebab, melakukan pengalihan tanpa sepengetahuan sebelumya,” paparnya, Kamis (10/10).

Selain dinilai tidak sesuai DED, Haji Fathor menduga ada kepentingan terselubung dalam pemindahan lokasi proyeknya. Dia juga merasa aneh, proyek itu sudah akan digelar pada bulan November 2019, padahal pemindahaan lokasi proyeknya belum diberitahukan kepadanya selaku kepala Desa Banraas.

Dia minta Pemkab Sumenep profesional dan tidak menyalahi aturan. Harapannya, menjalin hubungan dengan penuh etika yang tinggi. Agar semuanya berjalan mulus tanpa adanya kepentingan yang terselubung.

“Jika nantinya pembangunan itu tidak maksimal, maka awas ,” tegasnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Kabupaten Sumenep Masdawi, pergeseran titik kordinat itu, diduga ada kepentingan semata antara pemilik tanah dengan Dinas Perhubungan Kabupaten (Dishub) Kabupaten Sumenep. Sebab, terjadi perubahan dari DED.

“Sebenarnya, Dishub atas kesepakatan gubernur apa tidak. Sebab, bantuan tersebut langsung muncul dari gubernur Jatim senilai Rp17 miliar untuk Gili Iyang dan Rp35 miliar di Dungkek,” katanya Selasa (8/10/2019).

Diketahui, angaran proyek tersebut senilai Rp17 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Perencanaan itu dilakukan bersama kepala desa, camat dan Dishub Sumenep. Dalam perencanaan itu, ada titik dan gambarnya. Namun, ungkap Masdawi, menjelang dibangun, semuanya berubah tanpa ada koordinasi.

“Proyek fisik itu saat ini sudah mulai tidak sehat,” tegasnya

Sementara itu, Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Sumenep Dadang Dedi Iskandar menegaskan, rencana pembangunan fisik itu sudah sesuai dengan rencana yang ada. Sebab, pihaknya sudah memantau lokasi. Sehingga, proyek itu akan langsung digarap.

“Intinya tidak ada perubahan, saat ini sudah proses lelang dan tinggal pelaksanaannya, jika tidak selesai di tahun ini, maka di tahun 2020,” tuturnya.

Rencananya, dermaga Gili Iyang diproyeksikan menjadi pelabuhan berstandar nasional. Mengingat, Pelabuhan Dungkek ini juga akan menjadi akses menuju Pulau Wisata Oksigen di Gili Iyang. Harapannya, pelabuhannya juga diusahakan mengacu pada standar yang ditentukan.

Selain itu, nanti juga akan dibangun penyeberangan khusus hewan. Selama ini, sapi yang akan diangkut biasanya berenang sebelum naik ke kapal. Pembangunan fasilitas khusus naik turun hewan ternak tersebut rencananya juga akan disediakan.

“Nantinya pelabuhan itu bakal indah dan bakal dapat digunakan sebagaimana yang diharapkan masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya. (imd/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *