Proyek Pengerjaan Rumah Produksi Pangan di Arjasa Mandek

  • Whatsapp
(FOTO: DKPP FOR KM) MANDEK: Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumenep kebingungan atas pengerjaan rumah produksi penggilingan padi yang terancam tidak selesai akhir tahun.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Pembangunan rumah produksi pangan di Desa Bilis-Bilis Kecamatan Arjasa Pulau Kangean mandek. Kendati sudah memasuki akhir tahun, proyek pembangunan rumah produksi penggilingan padi itu dibiarkan tanpa ada kelanjutan pengerjaan.

Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumenep Yan Yan Heryana mengatakan, pengerjaan pembangunan rumah produksi pangan masih 60 persen. Lambatnya pengerjaan dikarenakan tidak adanya bahan meteriel.

“Pengerjaan sudah mencapai 1 bulan, sisanya akan diperjuangkan. Sehingga, selesai pada akhir tahun 2021. Jika tidak selesai maka akan siap bayar denda atau diputus kontrak,” katanya, Senin (15/11/2021).

Menurut dia, proyek yang dianggarkan Rp2,5 miliar itu terpaksa harus kebut pengerjaan. Jika tidak, maka akan terancam tidak selesai akhir tahun 2021. Dijelaskannya, pembangunan rumah produksi pangan yakni untuk meningkatkan volume cadangan pangan.

“Selain itu diharapkan masyarakat tidak kekurangan beras. Juga perlu untuk meningkatkan beras dari medium ke beras premium yang merupakan fungsi utamanya,” tutur dia.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengaku sangat kecewa atas DKPP Sumenep. Sebab, peningkatan kualitas beras khususnya di kepulauan terkesan terabaikan. Selama ini, pembangunan rumah produksi pangan sangatlah lamban.

“Kami dari awal sudah mewanti-wanti agar pengerjaan rumah produksi cepat dilaksanakan agar beras di kepulauan juga dapat bersaing dengan beras di daratan,” tegasnya.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *