Proyek PJU Rp1,3 M di Sampang Terancam Molor

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) RAWAN: Pekerjaan proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Diponegoro Kelurahan Banyuanyar Sampang  belum direalisasikan akibat bahan material belum bisa dikirim dari luar Madura.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Proyek pemasangan tiang Penerang Jalan Umum (PJU) di Jalan Diponegoro Kelurahan Banyuanyar Kabupaten Sampang dipastikan molor. Sebab, hingga saat ini pembangunan dengan anggaran Rp1,3 miliar itu belum digelar. Padahal, kontrak kerja sudah berlaku sejak beberapa pekan lalu. Namun, tidak ada pekerjaan yang dimulai.

Sedangkan, pengumuman pemenang tender sudah diumumkan sejak 27 Mei 2021 lalu. Sementara, masa kontrak kerja berakhir 28 September 2021 sesuai surat perintah kerja (SPK). Informasi yang dirangkum Kabar Madura, pekerjaan itu bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2021. Tender dimenangkan oleh CV. Wahyu Jaya Sejahtera.

Kasi Teknik Sarana Prasarana (TSP) Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Heri Budiyanto mengaku, jika pekerjaan itu belum dimulai. Sebab, material dan bahan belum bisa didatangkan ke Sampang. Sehingga, pekerjaan belum dimulai sesuai dengan jadwal pada SPK. “Pelaksana masih mengumpulkan alat-alat. Karena masih terkendala pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), akibatnya material dan bahan belum rampung untuk dipasang,” ujarnya, Selasa (24/8/2021).

Pihaknya meyakini, pekerjaan masih nutut dikerjakan dengan baik. Sebab, realisasi pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat selesai dibanding pembangunan lainnya. Apalagi, pekerjaan PJU tersebut memang cukup panjang. Namun, optimis pekerjaan selesai tahun ini. Jika memang ada keterlambatan, sudah merupakan konsekuensi pelaksana.

Anggaran sebesar Rp1,3 miliar menurutnya, hanya bisa membelanjakan sebanyak 31 tiang PJU. Sehingga, tidak cukup untuk pembangunan medan jalan. Akibatnya, saat ini masih diajukan pembangunan medan jalan dengan rencana anggaran sebesar Rp200 juta. Sebab, anggaran yang ada hanya mampu memerangi sekitar satu kilometer jalan.

“Kekurangannya akan dilanjutkan tahun berikutnya. Pembangunan di lokasi tersebut diprioritaskan, lantaran kondisi jalan gelap. Sedangkan akses jalan merupakan wilayah pemukiman warga,” tukasnya. (man/ito)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *