Proyek Pokir di Sampang Butuh Pengawasan Optimal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) HARUS TERPANTAU: Proyek hasil pokok pikiran (pokir) DPRD Sampang diharapkan berkualitas.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Puluhan proyek pembangunan fisik hasil pokok pikiran (pokir) anggota wakil rakyat Sampang perlu pengawasan khusus. Sebab, program yang dilelang maupun yang bersifat penunjukan langsung (PL) rawan penyimpangan.

Total pekerjaan pokir DPRD keseluruhan berjumlah 19 titik yang dilelang. Tidak termasuk yang PL. Sehingga, perlu dilakukan pengawasan ketat di setiap wilayah. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Matras Jawa Timur (Jatim) Syaiful kepada Kabar Madura, Senin (6/9/2021).

Menurutnya, mayoritas realisasi pokir tidak diawasi. Sehingga, kejanggalan dalam pelaksanaan banyak terjadi. “Kami akan melakukan pemantauan khusus program pokir. Karena fasilitas yang dibangun bersentuhan langsung dengan masyarakat. Makanya, perlu dilakukan pengawasan untuk menjaga kualitas,” ujarnya.

Dikatakan, semua wakil rakyat wajib mengawasi program pokir di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Bahkan, pengawasan harus objektif. Sehingga hasilnya maksimal dan berkualitas. “Kami kantongi data proyek pokir. Kami akan melakukan pengawasan. Karena sebagai masyarakat, kami berhak memantau dan mengawasi program yang bersumber dari keuangan negara,” ucapnya.

Data sejumlah proyek pokir diantaranya, Jalan Ketapang Daya – Ketapang Laok, kecamatan Ketapang dengan pagu anggaran Rp499.788.500, Ketapang Daya – Ketapang Timur II Rp300.375.400, Ketapang Daya – Ketapang Barat Rp400.835.400 dan Bunten Barat – Pandiyangan senilai Rp249.974.200.

Selain itu, juga proyek Jalan Sokobanah Laok – Tamberu Laok dengan pagu anggaran Rp400.178.800, Poreh – Karang Penang Oloh Rp 300.375.400, Bluuran – Gunung Kesan Rp 399.830.800, Banjar Billah – Birem Rp 800.113.670.

Selanjutnya , jalan poros Daleman – Pasarenan Rp399.780.570 dan Jalan Palenggiyan – Karang Gayam senilai Rp400.662.150, Bajrah Sokah – Banjar Rp 300.375.400, Omben – Tambak Rp400.362.200, Rong Dalem – Pandan Rp299.370.800 dan Meteng – Madulang Rp400.362.200.

Terlahir, Jalan Bangsah – Junok dengan anggaran Rp300.409.200, Tambaan – Prajjan Rp350.605.400, Pamolaan – Rabasan Rp700.895.400, Bangsah – Plasah Rp 300.409.200 dan Panggung – Pasean II senilai Rp300.375.400.

Ketua DPRD Sampang Fadol membenarkan, banyak pokir yang dilaksanakan tahun ini. Pihaknya pun meminta anggotanya untuk aktif melakukan pengawasan. “Kami sudah berkoordinasi dengan semua anggota. Jika kami akan mengawasi semua pokir di wilayah masing-masing,” janjinya.  (man/ito)

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *