Proyek Rabat Beton di Sampang Janggal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) RETAK: Kondisi proyek rabat beton di Desa Panggung - Pangilen Sampang semakin banyak keretakan di sepanjang lokasi pekerjaan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Kondisi pekerjaan proyek fisik rabat beton di Desa Panggung menuju Pangilen semakin parah. Titik keretakan jalan semakin meluas. Proyek dengan anggaran Rp3. 796. 002. 420 itu, dilaksanakan oleh PT. Duta Ekonomi dengan nilai kontrak Rp3. 638. 893. 186. Pelaksanaannya, baru selesai tahun ini.

Sedangkan, volume proyek sepanjang 1,8 kilometer dengan 4,5 meter dengan ketebalan 20 sentimeter. Pantauan di lokasi, satu retakan yang mengakibatkan betonisasi putus sudah selesai diperbaiki. Namun, keretakan di titik lain terus bertambah. Bahkan, titik keretakan terjadi di seluruh ruas jalan.

Bacaan Lainnya

Bahkan, ketika pekerjaan masih 90 persen terlihat ada lapisan material jalan aspal sebelumnya. Namun, pelaksana proyek tidak membongkar material dan langsung melapisi dengan kawat untuk proses betonisasi. Akibatnya, terjadi banyak keretakan.Diduga kuat, material beton tidak menyatu dengan material sebelumnya.

“Sebelumnya disini jalan beraspal. Sebagian besar adalah aspal yang masih tergolong baru. Namun, sisa jalan tidak dikeruk langsung ditumpangi material beton. Pengerukan dilakukan, ketika pekerjaan hendak selesai. Tapi, di awal pekerjaan para pekerja langsung menuangkan material di atas aspal,” ungkap warga yang menolak namanya di korankan, Minggu (29/8/2021).

Sementara itu, Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sampang Hasan Mustofa membenarkan, adanya lapisan lain dibawah betonasi. Menurutnya, ready mix tidak menyatu dan belum mengering sempurna. Bahkan, pada pekerjaan sebelumnya ada ready mix yang sudah di molen.

“Besoknya langsung dituangkan ready mix. Akibatnya, bahan cor tidak menyatu. Kami sudah meminta pelaksana proyek memperbaikinya. Perbaikan harus dilakukan dengan cara treatment khusus. Beton harus dicutting dan dilanjutkan dengan hammer cek. Setelah itu, bisa dilakukan pengecoran kembali,” sarannya. (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *