Proyek SPAM di Sampang Dianggarkan Setiap Tahun

(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) LANCAR: Pemerintah melanjutkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun depan dengan anggaran puluhan miliar.

KABRMADURA.ID | SAMPANG – Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) akan dianggarkan kembali tahun 2022 mendatang. Tidak tanggung-tanggung, anggaran proyek untuk memperlancar saluran air ke daerah  rawan kekeringan ini mencapai Rp30 miliar.

Disinyalir, pembangunan itu direncanakan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022. . Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Siti Muathifah, Minggu (28/11/2021).

“Insyaallah proyek ini akan kami lanjutkan tahun depan. Untuk anggarannya hampir sama dengan tahun ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dari Rp30 miliar yang dianggarkan akan dipecah. Sehingga dipastikan semua saluran akan diaktifkan. Seperti penanganan SPAM Sumber Payung yang dianggarkan sebesar Rp5 miliar. “Pembangunan SPAM ini memang dianggarkan setiap tahun. Tapi tidak semuanya dari pemerintah daerah. Salah satunya, tahun ini yang mencapai Rp22 miliar,” jelasnya.

Muatifah menerangkan, sharing anggaran dari daerah jauh lebih sedikit daripada pemerintah pusat. Anggaran yang disiapkan pemerintah pusat mencapai Rp16 miliar. Sehingga tidak semua anggaran dari pemerintah daerah. “Tahun ini pemerintah daerah menyumbang Rp5,3 miliar. Sementara tahun 2022 lebih kecil. Yakni sekitar Rp1,9 miliar,” paparnya.

Dia menambahkan, pembangunan SPAM tersebut dilakukan untuk mendukung program National Urban Water Supply Project (NUWSP) dengan target kapasitas saluran di perkotaan lebih besar. Sehingga mampu mencukupi kebutuhan air di wilayah perkotaan.  “Jika pembangunan ini selesai, maka kapasitasnya mencapai 1.500 meter kubik. Dengan kapasitas itu, juga bisa menyuplai ke pedesaan,” tegasnya.

Data Kabar Madura, SPAM Sumber Payung sudah dibangun sejak tahun 2014 lalu. Anggaran yang dihabiskan sebesar Rp40 miliar. Namun realisasinya, sampai saat ini pendistribusian air bersih di sekitar lokasi masih dikeluhkan masyarakat.

Tidak hanya itu, nyaris setiap tahun anggaran terus digelontor untuk mengoptimalisasi saluran air bersih. Pada tahun 2018 lalu, pemerintah mengembangkan pipa transmisi di wilayah Kecamatan Robatal dan Karang Penang sebesar Rp1,2 miliar. Kemudian pada tahun 2019 kembali dianggarkan dengan program yang sama sebesar Rp2,6 miliar.

Reporter : Fathor Rahman

Redaktur:  Totok Iswanto

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan