Proyek Tahun 2020 Dikerjakan 2021, Mantan Kades Ditahan Kejaksaan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KEJARI FOR KM) DITANGKAP: Berbaju oranye, mantan kades Karpote, Blega, digiring pihak Kejari ke sel tahanan.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Usai Polres Bangkalan menangkap penyalahgunaan Dana Desa (DD) di Desa Lerpak, Kecamatan Geger tahun 2019 lalu, kini giliran aparat penegak hukum (APH) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan mengamankan mantan kepala Desa (Kades) Karpote, Kecamatan Blega.

Kasusnya sama, yakni penyalahgunaan DD. Tersangka dengan nama Mohammad Ali tersebut, kini sudah ditahan.

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Bangkalan Deddy Franky mengatakan, setelah pendalaman dan penyidikan, ada bukti kuat yang mengarah ke mantan kades Karpote tersebut. Bukti yang dimaksud, antara lain hasil surat pertanggungjawaban (SPj)-nya yang sudah selesai, namun pengerjaannya masih 30 persen.

Pengerjaan itu pada program pembangunan jembatan yang dianggarkan tahun 2020 lalu. Tetapi baru direalisasikan tahun ini 2021. Bahkan, kini belum selesai pengerjaannya. Sedangkan pekerjaan yang tidak  tidak dikerjakan pada tahun itu, kata Deddy, seharusnya  masuk sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa).

“Pelaku sudah kami tangkap pada Kamis (28/10/2021) sore. Kami tetapkan lebih awal, karena ada indikasi melarikan diri. Jadi usai pemanggilan dan pemeriksaan hari itu juga kami langsung tahan,” paparnya menjelaskan kronologi penangkapan Mohammad Ali.

Saat ini, tersangka ditahan di Rutan Kelas 1 Surabaya atau Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Mohammad Ali ditahan selama 20 hari sampai berkas dan bukti yang dilampirkan oleh Kejari Bangkalan lengkap. Berkas tersebut akan dijadikan sebagai alat bukti yang memberatkannya saat di persidangan nanti.

“Secara administrasi (SPj, res) sudah selesai dibangun. Namun kenyataan di lapangan masih belum terbangun,” paparnya.

Dia menambahkan, penangkapan tersebut sebagai tindak lanjut atas dugaan pemindahan barang bukti pembangunan jembatan yang sempat disegel Kejari Bangkalan beberapa waktu lalu. Dikhawatirkan tersangka menghilangkan barang bukti yang berhasil dikumpulkan, karena sebelumnya sempat dipindahkan, sehingga tersangka ditahan.

Sedangkan kondisi jembatan, Deddy menyebut, memang nampak tidak selesai 100 persen. Yang terlihat hanya ada pondasi yang pengerjaannya diperkirakan baru mencapai 30 persen. Berdasarkan penghitungan kerugian negara dan kesesuaian alokasi anggaran pembangunan jembatan itu, ditaksir sekitar Rp701 juta.

“Sedangkan tersangka sudah mencairkan dan menghabiskan uangnya,” tutup Deddy.

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *