Proyek Usai, Tanah Sekitar JLS Sampang Jadi Mahal

News, Headline483 views

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Pembangunan jalan lingkar selatan (JLS) di Sampang telah rampung pada akhir tahun 2022 lalu. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang berencana meresmikan jalur baru itu pada Selasa 31 Januari mendatang.

Setelah JLS dioperasikan, akan kembali dibangun infrastruktur transportasi baru area tersebut. Infrastruktur tersebut adalah Terminal Trunojoyo, Sampang. Dengan begitu, harus ada pembebasan lahan baru. Sementara harga tanah di sekitar lokasi tersebut diprediksi akan melonjak signifikan.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang Yuliadi Setiyawan, keberdaan JLS diyakini mampu mengubah beberapa sektor di Sampang. Sedikitnya, tiga sektor akan berkembang di wilayah sekitar proyek senilai Rp199 miliar itu. Yakni, sektor perekonomian, transportasi dan pengembangan kawasan permukiman.

Keberadaan JLS diyakini mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Sampang dalam jangka panjang. Sebab, pihaknya akan mengutamakan pembangunan industri di sekitar JLS. Sehingga, JLS akan menjadi sarana pengembangan ekonomi baru.

“Di sekitar JLS itu nanti akan bermunculan industri baru. Seperti pertokoan dan pusat kegiatan ekonomi lainnya,” ucapnya.

Tidak hanya itu, pertumbuhan ekonomi juga akan dirasakan oleh tingginya harga tanah di sekitar JLS. Yuliadi memastikan, harga tanah di sekitar JLS akan lebih tinggi dari sebelumnya. Sebab, dengan mudahnya akses, maka kawasan itu dinilai strategis untuk dijadikan kawasan industri.

Baca Juga:  Ingin Bangun Masjid Agung, Pemkab dan Kodim Sampang Bakal Saling Bertukar Hibah Lahan

Sebagai efek domino, sektor lain juga akan ikut berkembang. Yuliadi melihat, ada potensi perkembangan kawasan permukiman di kawasan sekitar JLS. Dengan terbukanya kawasan industri di sekitar JLS, maka akan diikuti oleh pembangunan kawasan perumahan.

Dengan demikian, maka kawasan perkotaan di Sampang akan semakin meluas. Namun, kawasan permukiman itu tidak dibangun tepat di tepi jalan. Sebab, akan lebih potensial bila lahan-lahan di sekitar muka JLS dibangun tempat industri. Sehingga, permukiman bisa lebih ke dalam.

“Tentu akses yang mudah akan memicu pertumbuhan industri, karena orang akan buka usaha di sana. Di belakannya bisa untuk kawasan permukiman,” imbuh Yuliadi.

Sektor terakhir yang diprediksi akan berkembang yaitu transportasi. Keberadaan JLS akan diimbangi oleh pengembangan modernisasi transportasi. Pemisahan jalur berdasar jenis kendaraan akan dilakukan. Rencana awalnya, JLS akan menjadi jalur kendaraan berat bertonase tinggi.

Baca Juga:  Anggaran Masih Jadi Kendala, Pemkab Sampang Minim Proteksi Kebakaran Pasar

Dengan begitu, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pada mode transportasi. Sehingga, kepadatan kendaraan kendaraan di wilayah kota akan terurai. Implikasinya, dapat mengurangi kemacetan. Terlebih lagi, ada rencana pemindahan Terminal Trunojoyo ke kawasan JLS.

Sejak lama, terminal kelas B itu sudah diwacanakan untuk dipindah. Sebagai langkah awal, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi  (Pemprov) Jawa Timur telah dilakukan. Langkah selanjutnya, yaitu merencanakan proses pembebasan lahan di kawasan sekitar JLS.

“Karena terminal itu masih di bawah pengelolaan Dinas Perhubungan Jawa Timur,” tutup Yuliadi.

DAMPAK DOMINO JLS SAMPANG

Mengubah sektor perekonomian

Terbukanya potensi kawasan industri

Potensi perkembangan kawasan permukiman

Kawasan perkotaan di Sampang akan semakin meluas

PROYEK LANJUTAN

Akan membangun terminal kelas B atau memindah lokasi Terminal Trunojoyo Sampang

Proyek terminal akan ditangani Pemprov Jatim

Akan kembali dibutuhkan pembebasan lahan di sekitar JLS

Sementara harga tanah di sekitar JLS akan lebih tinggi dari sebelumnya

Pewarta: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *