oleh

PT Garam Belum Melakukan Penyerapan Garam Rakyat

KABARMADURA.ID, Sumenep – Harga garam saat ini tidak berpihak terhadap para petambak. Mirisnya PT Garam tidak lagi melakukan pembelian garam rakyat. Alhasil, harga garam tidak karuan alias anjlok. Saat ini harga berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per ton. Jika dibandingkan dengan sebelumnya, harga turun Rp50 ribu per tonnya.

Koordinator Aliansi Masyarakat Garam (AMG) sekaligus Ketua Asosiasi Petambak Garam, Sumenep, Abdul Hayat mengaku untuk memperjuangkan harga garam cukup sulit. Sebab pembelian pabrikan terkesan asal-asalan. Sedangkan jumlah garam rakyat masih berkisar 175 ton. Jumlah tersebut terbilang banyak.

“Saat ini sudah mulai musim penghujan. Maka, petambak garam memprediksi sudah berakhir. Nasib petambak sudah tidak ada harapan lagi untuk untung, mereka saat ini benar-benar tersakiti,” ujarnya, Senin (19/10/2020)

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT Garam Hario Junianto mengakui tidak melakukan pembelian garam rakyat. Sebab, masih menunggu arahan dari Badan Pengawasan Keuangan Pemerintah (BPKP) tentang rendahnya harga garam. “Jika kami membeli saat ini rakyat kan tidak mau dibeli dengan harga murah,” responnya.

Menurutnya saat ini kementrian akan menetapkan harga garam dengan kesepakatan presiden. Bahwa garam akan menjadi bahan pokok penting. Di tahun sebelumnya, PT Garam hanya menyerap 100 ton dengan  harga pasaran, kisaran Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per ton. “Jadi, kami menunggu kebijakan itu. Intinya, kami masih menunggu kebijakan pemerintah untuk menyerap garam saat ini,” tukas dia.

Sebelumnya, Petambak Garam Asal Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget Sumenep Setiyani (55) mengatakan, sangat rugi dengan harga Rp300 ribu per ton. Sebab, jika diukur dengan biaya pengeluaran tidak sebanding. “Harga polibeknya saja 9 juta masih termasuk biaya lainnya jika ditotal sebanyak 30 juta rugi kan,” tukasnya. (imd/ito)

Komentar

News Feed