PT Garam Bersama Pemkab Komitmen Bangun Sumenep

  • Whatsapp

Kabarmadura.id – PT Garam (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersepakat menandatangani nota kesepahaman (MoU), tentang pengembangan dan pembangunan daerah di Bumi Sumekar.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani kedua belah pihak, yakni Direktur Utama (Dirut) PT Garam (Persero) Budi Sasongko dan Bupati Sumenep A Busyro Karim di kantor PT Garam Kalianget, Senin (24/9).

Dalam nota kesepahaman termaktub, kedua belah pihak bersepakat melakukan kerja sama dalam rangka menjalin kemitraan strategis, meningkatkan fungsi-fungsi pelayanan publik, serta menjalin kemitraan dalam pelaksanaan pembangunan Sumenep, khususnya bidang infrastruktur.

Selain itu, kerja sama itu guna menunjang peningkatan kepariwisataan. Termasuk juga, untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam lingkup pertukaran serta pengembagan informasi.

Untuk menindalanjuti kesepakatan tersebut, nantinya akan diatur dalam pedoman kerja atau perjanjian yang dibuat bersama.

Kesepakatan ini berlaku dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak ditandatangani.

“Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan potensi yang ada di Sumenep melalui beberapa aset yang dimiliki oleh PT Garam. Semoga MoU ini menghasilkan banyak manfaat. Saya berharap kerja sama ini akan terus berlanjut,” kata Budi Sasongko.

Setelah penandatanganan MoU, PT Garam juga  menyerahkan tujuh bak kontainer sampah kepada Pemkab Sumenep. Kontainer sampah itu nantinya diserahkan kepada kepala Desa Pinggir Papas, Karang Anyar, Marengan laok, Kalianget Barat dan Kalianget Timur.

“Dengan penyerahan tujuh bak kontainer sampah, diharapkan bisa bermanfaat dengan baik. Kemudian menambah kesadaran masyarakat untuk membuang smapah pada tempatnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sumenep A Busyro Karim menyampaikan, untuk pembangunan Sumenep memang harus dibantu semua pihak termasuk dari PT Garam.

Apalagi antara Pemkab Sumenep dengan PT Garam saling membutuhkan. Oleh karenanya, kedua belah pihak bersepakat melaksanakan MoU dalam sejumlah bidang.

“Pasti PT Garam memerlukan pemkab, kemudian pemkab juga membutuhkan swasta, termasuk PT Garam. Makanya, hal itu harus menjadi satu kesatuan, sehingga tidak perlu lagi keragu-raguan untuk menjalin kebersamaan dalam membangun Sumenep,” jelasnya.

Pada dasarnya, kerja sama antara Pemkab Sumenep dengan PT Garam bukan kali pertama. Sebab, sebelumnya sudah menjalin kesepakatan, hanya saja, di tatanan teknis kurang berjalan lantaran ada beberapa hal.

“Tapi tidak boleh menyerah, kita tetap harus melakukan yang terbaik. Apalagi ke depan, dengan adanya program visit, Sumenep akan banyak dikunjungi wisatawan. Program unggulan visit akan terus berjalan, sehingga kerjasama dengan PT Garam adalah salah satu upaya untuk terus menjaga program itu dengan baik,” paparnya. (ong/rei/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *