oleh

PT. Garam dan BPKP belum Bersepakat Soal Harga Garam Rakyat

KABARMADURA.ID, Sampang – PT. Garam sudah melakukan pertemuan dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur (Jatim). Pertemuan yang rencananya akan membahas harga paling layak dalam pembelian garam lokal, justru tidak menemui hasil.

Selain itu, pertemuan itu juga didasari rencana PT. Garam untuk menurunkan harga dari ketentuan yang sudah diatur sebelumnya, yakni sebesar Rp1500 per kilogram.

Karena saat ini harga garam di pasaran turun, PT. Garam berencana mengubah harga ketentuan menyesuaikan dengan harga garam saat ini. Sehingga dinilai penting melibatkan BPKP Jawa Timur.  Namun, pertemuan terakhir dilakukan hari Rabu (7/10/2020) tidak memberikan hasil sesuai target.

Humas PT. Garam Miftahol Arifin saat dikonfirmasi membenarkan bahwa kedua pihak sudah bertemu. Tapi dalam pertemuan itu belum melahirkan kesepakatan. Sehingga belum ada ketentuan harga penyerapan garam.

“Kami sudah melakukan pertemuan. Tapi kam masih fokus kajian dan belum ada ketentuan harga,” ucapnya.

Disinggung soal kepastian penyerapan, pihaknya juga tidak bisa memastikan. Sebab menurutnya, saat ini PT. Garam juga fokus soal kajian internal. Salah satunya, soal pengolahan garam rakyat yang sempat diserap tahun lalu.

“Tapi kami bisa saja melakukan penyerapan tahun ini. Kan masih ada waktu dua bulan setengah untuk membeli garam petani. Semoga pembahasan di internal kami cepat selesai,” ucapnya.

Pria yang familiar disapa Miftah itu menyatakan bahwa gudang di PT. Garam masih penuh. Pihaknya berdalih PT. Garam masih memikirkan cara menghabiskan garam yang masih ditimbun. Sehingga dikaji soal pengolahan yang akan dilakukan.

Terpisah, Ketua Forum Petani Garam Madura (FPGM) Moh. Yanto mengaku jika petani kecewa dengan sikap PT. Garam. Sebab tidak ada kepastian penyerapan. Malah PT. Garam mengaku stok garam masih banyak.

“Yang jelas tahun ini bahkan dari tahun kemarin PT. Garam tidak melakukan penyerapan. Jadi jika mengaku isi gudang penuh berarti ada penyerapan lain di luar garam petani di Madura. Dan kita siap protes itu,” tegasnya. (km54/waw)

 

 

 

 

Komentar

News Feed