PT Garam Jadi Dalang Meluapnya Sampah, Mahasiswa Surati Presiden dan Menteri

  • Whatsapp
(KM/RAZIN) BELA RAKYAT: Sejumlah mahasiswa memberi tahu pemkab bahwa persoalan sampah hingga kini tidak kunjung usai.

Kabarmadura.id/Sumenep-Mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Aliansi Pencinta Lingkungan Sumenep menyebutkan, dalang atau sumber persoalan sampah di dua desa yang tidak kunjung selesai adalah PT Garam. Yakni, di Desa Pinggir Papas dan Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep.

Koordinator Lapangan (Korlap) Ahmad Faiz Abrori menegaskan, meskipun PT Garam pernah melakukan pembersihan di dua desa tersebut dan memberikan tempat sampah, sama sekali tidak menjadi solusi. Sebab, hingga kini sampah meluap yang dipicu oleh ulah PT Garam sendiri.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan hasil observasi kami di lapangan, PT Garam adalah dalang meluapnya sampah,” kritik Faiz, panggilan akrab Ahmad Faiz Abrori.

Sejauh ini persoalan sampah belum selesai, Faiz dkk mengantongi buktinya, tidak sekadar kata-kata.

“PT Garam hanya melakukan pembersihan sampah, tetapi tidak sampai tuntas. Kami juga memberikan waktu 16 hari, ternyata tidak terurai secara keseluruhan. Artinya tidak menjadi solusi, tanggal 17 Maret kemarin kami ambil sampel sampahnya,” ungkap Faiz usai melakukan aksi damai di depan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep, Kamis (19/3).

Faiz juga menjelaskan, tujuan melakukan aksi damai itu hanya sebagai bentuk aspirasi yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah. Pihaknya menuntut agar persoalan sampah segera dituntaskan.

“Memang diserahkan kepada PT Garam selaku pihak yang paling bertanggung jawab terhadap cikal bakal menumpuknya sampah,” sesalnya..

Sampai saat ini, menurutnya, pihak PT Garam hanya memberikan bantuan secara materi. Hal itu dipandang sama sekali tidak bernilai. Sebab, tidak menjadi solusi kedua desa tersebut aman dari liarnya sampah. Diterangkan, selama ini PT Garam tidak bisa memberikan pendampingan langsung yang dapat menyelesaikan persoalan sampah.

“Yang kami inginkan adalah tetap PT Garam yang harus membersihkan, karena selama ini PT Garam mengabaikan edukasi juga tidak memberikan penjelasan. Kalau hanya memberikan bak sampah, kami kira semuanya bisa. Tetapi untuk mendampingi secara tanggap, mereka tidak melakukan itu,” imbuhnya.

Selain upaya itu, Faiz juga akan menyampaikan langsung keluhan kepada pemerintah pusat bahwa salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Garam yang berada di ujung timur Pulau Madura ini, hanya memberikan dampak negatif dengan menjadi dalang meluapnya sampah.

“Kami juga akan ke post hari ini untuk menyampaikan keluhan ke Pak Jokowi, Menteri BUMN, dan Kementerian Lingkungan Hidup. Tujuannya, agar tahu bahwa kami di bawah sudah berupaya dan telah melakukan komunikasi yang baik dengan yang bersangkutan,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT Garam Budi Sasongko mengaku sudah melakukan upaya pembersihan terhadap daerah yang dimaksud. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pihak lingkungan hidup. Tetapi jika memang masih ada di beberapa titik yang belum terselesaikan, pihaknya meminta agar segera berkoordinasi.

“Kami bersama Dinas Lingkungan Hidup sudah melakukan kebersihan bersama. Tunjukkan di mana yang belum ada bak sampah akan segera kami beri. Ajukan saja, tidak usah demo-demo,” paparnya. (ara/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *