PT Garam Klaim Pemberian Upah Pekerja Sudah Sesuai Aturan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) KECEWA: Para pekerja menerima upah lembur tidak layak dari PT Garam

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Kisruh persoalan pembayaran upah pekerja di PT Garam yang ditengarai tidak sesuai dengan aturan masih terus berlanjut. Terbaru pihak manajemen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mengklaim pembayaran upah pekerja sudah sesuai dengan regulasi yang ada.

Menurut Direktur PT Garam, Achmad Ardianto, selama ini pembayaran upah pekerja sudah sesuai dengan yang tertuang di dalam perjanjian awal pekerja dengan perusahaan, yakni disesuaikan dengan kinerja pekerja.

Bacaan Lainnya

“Sudah sesuai aturan mas. Semua ada perjanjiannya. Jika melanggar ada tindakan hukum, ” katanya melalui WhatsApp, Rabu (17/11/2021).

Dijelaskan, pekerja dikontrak secara outsourcing dengan prosedur perundang-undangan. Sehingga, ia meyakini pemberian upah yang dilakukan perusahaan yang dipimpinnya sudah tidak melabrak aturan pembayaran upah.

Bahkan untuk menindaklanjuti polemik upah pekerja itu, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung. Achmad Ardianto mengaku semuanya sudah sesuai aturan, upah semua pekerja lapangan dasar diberikan sesuai perhitungan jam kerja, yaitu maksimal 40 jam per minggu. Sedangkan untuk yang melebihi 40 jam kerja, dihitung jam lembur.

Selain itu, pihaknya membenarkan bahwa pekerja setiap hari dipekerjakan selama empat jam selain lembur. Setelah empat jam bekerja, mereka diperbolehkan pulang.

“Setelah empat jam maka karyawan boleh pulang. Ini justru baik untuk pekerja, ” katanya.

Ia juga mengakui, komunikasi antara pihak perusahaan dengan para pekerja memang kurang lancar. Sehingga ia menginginkan, komunikasi itu perlu diperbaiki, agar bisa mendorong perbaikan dunia industri di Sampang.

Sementara anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang, Agus Khusnul Yaqin berjanji akan tetap menelaah keluhan pekerja PT Garam. Sebab, jika hal ini dibiarkan, bisa saja nasib pekerja semakin tidak jelas.

“Yang jelas buruh wajib dilindungi. Untuk memanusiakan manusia. Kami akan mendalaminya, ” tegas Agus Khusnul Yaqin.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Sule Sulaiman

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *