PT Garam Putuskan Tidak Beli Garam Madura

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) PRODUKSI MINIM: Jumlah produksi garam di lahan petani semakin sedikit, di Desa Aeng Sareh, Sampang.

KABARMADURA.ID, Sampang – Harga garam di Kabupaten Sampang tidak hanya murah. Namun tidak ada penyerapan yang dilakukan oleh PT. Garam maupun pabrik swasta. Akibatnya, petani semakin merugi. Semntara garam mereka yang ditimbun tidak ada yang membeli. Apalagi saat ini masuk musim penghujan. Sehingga diyakini kualitas garam rakyat semakin menurun. Bahkan diprediksikan tidak akan terjadi kenaikan harga selama beberapa bulan kedepan.

“Petani sudah pasti merugi. Mereka sudah tidak punya harapan bisa menjual garam sebelum tutup tahun 2020,” kata Nur Hasanah Petani Garam Pangarengan.

Bacaan Lainnya

Dia mengaku selama ini berusaha irit dalam biaya perawatan lahan. Sebab biaya jual jauh tidak sebanding dengan biaya operasional.

Pantauan Kabar Madura, nyaris semua tambak garam tidak dikelola oleh petani. Bahkan sebagian besar tidak dirawat. Akibatnya produksi garam semakin sedikit. Terbukti, di sekitar tambak, jumlah garam yang ditimbun jauh lebih sedikit.

Terpisah, , Manager Corporate Communications PT Garam, Miftahol Arifin mengaku belum bisa memastikan soal penyerapan. Sebab patokan harga yang bisa dipakai belum mendapatkan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur.

“Kami memang punya rencana mau melakukan penyerapan. Tapi tidak tahu kapan bisa dilakukan,” ucapnya.

Laki-laki yang akrab disapa Miftah itu mengaku stok garam di PT. Garam masih banyak. Bahkan saat ini, pihaknya masih membahas pengelolaan garam yang ditimbun. Sebab tidak mungkin dijual dengan harga lebih rendah dari penyerapan yang dilakukan sebelumnya.

“Untuk Madura memang tidak ada penyerapan. Kami hanya melakukan penyerapan di luar Madura,” katanya. (km54/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *