oleh

PT. Garam Tidak Lagi Pikirkan Anjloknya Harga

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN–Anjloknya harga garam rakyat belakangan ini, belum ditemukan solusi konkretnya. PT. Garam Persero sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang produksi garam tertua di Indonesia, tidak bisa berbuat banyak.

Direktur Utama PT. Garam Persero, Achmad Didi Ardianto mengungkapkan, pihaknya tidak bisa mengatur harga garam. Sebab, PT. Garam tidak lagi memiliki kewenangan yang cukup untuk mengaturnya.

“Kalau sekarang, kamisudah diberi tugas dan tidak mempunyai kemampuan yang cukup untuk bisa mengatur harga,” ujarnya.

Menurutnya, kewenangan mengatur harga berada pada pemerintah. Kewenangan tersebut meliputi pengaturan penekanan garam impor. Sebab jika impor garam berlebih dan digunakan oleh pihak-pihak yang semestinya tidak boleh menggunakan, maka bisa menurunkan harga garam rakyat.

“Kami juga mengalami dampak jatuhnya harga. Oleh karena itu, tahun 2020 kami juga mengalami kerugian,” lanjutnya.

Pemerintah disebut memiliki kewenangan agar harga pokok tidak terlalu tinggi, baik kepada petani garam maupuk kepada PT. Garam. Dengan begitu, meski harga garam jatuh, semua pihak masih untung.

“Kecuali kami bisa ubah harga jadi naik. Kalau bisa ya tentu ada keuntungan di situ. Tapi kalau harganya gak naik-naik,kamikan tidak bisa paksa. Yang menentukan harga kan bukan PT. Garam,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Syafiuddin meminta agar baik pemerintah pusat maupun Pemkab Pamekasan memberikan perhatian lebih terhadap para petani garam di Madura khususnya di Pamekasan.

Sebab menurutnya, anjeloknya harga garam rakyat sangat bertolak belakang dengan julukan Pulau Madura sebagai Pulau Garam. Pemerintah perlu peka untuk tidak banyak melakukan impor yang melebihi kebutuhan konsumsi garam.

“Garam kita masih asin. Maka selama garam kita masih asin, haram hukumnya impor berlebihan,” tegas Ketua Cabang Gerakan Pemuda Ansor Pamekasan yang akrab dipanggil Kak Syafi’ itu. (ali/waw)

 

Komentar

News Feed