PT. Lintech, Penguasa Lahan di Bibir Pantai Camplong Diragukan Keabsahannya

  • Whatsapp
(FOTO:KM/FATHOR RAHMAN) DIPROTES: Papan nama kepemilikan lahan pantai oleh PT. Lintech Duta Pratama diragukan, karena tidak ada laporan pajak yang dibayarkan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Kepemilikan PT. Lintech Duta Pratama atas puluhan hektar lahan di bibir pantai di Kecamatan Camplong, masih meragukan. Sebab, meskipun ada tanda klaim kepemilikan, namun kewajiban perpajakan lahan tidak terurus. Sejak 2016 perusahaan dari Jakarta dan perwakilan di Surabaya tersebut tidak pernah membayar pajak di daerah. 

Camat Camplong, Syaffak masih meragukan keabsahan pembelian lahan bibir pantai itu. Sebab, selama ini tidak pernah ada pengurusan kewajiban pajak dari kepemilikan lahan. 

“Tanah yang diklaim PT. Lintech tidak sedikit. Saya pernah menanyakan perpajakannya, tidak ada yang mengurus, ” katanya. 

Berdasarkan keterangan Syaffak, lahan tersebut diklaim dibeli sejak tahun 2016. Saat itu belum diketahui kejelasan proses administrasinya, apakah sebelum dibeli sudah bersertifikat atau belum. Sehingga menurutnya, perlu diselidiki kepada siapa pembelian lahannya. 

Tidak hanya itu, dia juga meragukan keaslian nomor persil tanah. Sebab nomor yang diklaim cukup banyak. Sementara kewajiban perpajakan tidak diurus. Selain itu, sampai saat ini tidak ada komunikasi dari pihak perusahaan. Sehingga pihaknya pun tidak mengetahui informasi banyak soal kepemilikan lahan oleh PT. Lintech. 

“Saya berusaha menanyakan ke beberapa orang, banyak tidak mengetahuinya. Meski perizinan kepemilikan saat ini bukan hak kami, tapi lahan tersebut berada di wilayah kami, ” tegas Syaffak.

Pantauan Kabar Madura, lahan yang diklaim PT. Lintech cukup luas. Setiap titik terpasang tanda klaim kepemilikan. Dalam papan tertulis kepemilikan sejak 13 Agustus 2016. Setiap papan dilengkapi tulisan berisi keterangan transaksi di hadapan lurah atau pejabat desa atas nama Abdul Aziz. 

Pada papan itu juga dicantumkan nomor persil. Sedikitnya ada 31 nomor persil yang diklaim. Akta notaris dibuat oleh Hery Prasetio pada tanggal 25 Agustus 2016.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *