oleh

PT. Shafira Tetap Berangkatkan Jemaah Umrah dengan Syarat

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Penutupan akses masuk Arab Saudi, tidak mengarah pada pelaksanaan umrah atau haji. Maka, PT. Shafira selaku penyedia jasa travel umrah tetap menjadwal pemberangkatan para jemaah, namun dengan mengikuti peraturan protokol kesehatan Covid-19 yang ditentukan.

Owner PT. Shafira Sampang, Riezqy Nurika Sari mengatakan, pemberangkatanjemaah umrah ke Madinah tetap mengikuti aturan dari pemerintah Arab Saudi.Sehingga sampai saat ini,PT. Shafira tetap menjadwal para jemaah yang bersedia diberangkatkan.

Pada 2 Februari 2021 lalu, 35 jemaahsudah diberangkatkan. Saat ini mereka masih di Mekkah, Arab Saudi. Bahkan, pada bulam Maret nanti, PT. Shafira juga akan meberangkatkan jemaah umrah lagi, namun tidak ada yang dari Sampang.

“Kami tetap ikuti aturan pemerintah Arab Saudi, dan tanggal 2 kemaren (Februari 2021, red) dari wilayahJawa Tinur sudah ada jemaah yang berangkat, tapi harus menerapkan prokes. Dan pemberangkatan itu tergantung para jemaah,” tuturnya, Rabu (10/2/2021).

Adapun aturan dalam memberangkatkan jemaah ditengah wabah Covid-19, harus antara rusia 18 hingga maksimal 60 tahun.Ketentuan tersebut dikeluarkan Kementerian Haji dan Umrah ArabSaudi.

Kemudian, ada penambahan persyaratan, seperti hasil tes PCR.Pelaksanaan PCR itu atas koordinasi dengan PT. Shafira satu hari sebelum pemberangakatan, dan itu sebagai syarat untuk melakukan penerbangan dan masuk ke Arab Saudi.

Pemerintah Republik Indonesia juga mengharuskan semua jemaah melakukan kerantina diri selama satu hari sebelum pemberangkatan. Selain itu, setibanya di Arab Saudi, semua jemaah melaksanakan karantina selama tiga hari.Jemaah umrah hanya diperbolehkan beraktivitas di dalam kamar.

“Hasil tes PCR itu diambil setelah melakukan karantina satu hari sebelum berangkat. Pelaksanaan karantina dan tes PCR itu di lakukan disalah satu hotel di Surabaya. Jika nanti jemaah ada yang terinfeksi, maka tidak bisa berangkat, dan harus mengikuti aturan pemerintah, yakni dikarantina,” imbuhnya.

Jika hasil tes PCR di Indonesia ataupun di Arab Saudi dinyatakan terinfeksi Covid-19, jemaah tidak diperbolehkan bertemu siapapun, kecuali dengan petugas tenaga kesehatan (nakes) Arab Saudi. Bahkan untuk jadwal pemulangannya, harus dilakukan secara mandiri, tetapi didampingin oleh perugas yang disebut muassah.

“Untuk jemaah yang terinfeksi di Mekkah, tetap melaksanakan umrah, tapi tidak dengan rombongan, dan itu nanti ada petugas yang menjaganya, termasuk jadwal pulangnya. Dan untuk biaya karantina dan PCR itu ditanggung oleh pihak asuransi,” pungkasnya.

Sebelumnya, masih masifnya sebaran Covid-19,Pemerintah Arab Saudi menutup akses untuk 20 negara, salah satunya Indonesia.(mal/waw)

Komentar

News Feed