PT. SMA Sampang Berkutat di Sektor Pembenahan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN)

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Anak perusahaan PT Geliat Sampang Mandiri (GSM) yakni, PT Sampang Mandiri Amanah (SMA) hingga saat ini belum memberikan kontribusi melalui bisnis penyediaan tiket. Padahal, PT tersebut sudah dua tahun bergelut di bidang usaha. Tepatnya, didirikan tahun 2018 lalu. Perusahaan itu direncanakan, akan mengelola bisnis trading migas. Dalam perjalanannya, kor bisnis diubah menjadi bisnis penyediaan shorebase migas. 

Direktur Utama (Dirut) PT. SMA Surya Noviantoro membenarkan hal itu. Pihaknya mengaku, sejak masuk di  perusahaan tersebut masih fokus pembenahan. Baik mengenai administrasi dan keuangan perusahaan. “Sejak saya masuk sampai saat ini, masih dalam tahap pembenahan. Banyak beberapa manajemen yang harus dibenahi,” ujarnya, Selasa (14/9/2021). 

Sementara untuk pendapatan di PT SMA belum ada bisnis yang cukup menghasilkan dalam pengelolaannya. Bahkan, saat ini hanya berkutat di bidang penyediaan tiket. Itupun hasilnya tidak besar. Namun, bisnis itu masih aktif dilakukan. Meski demikian, direncanakan beberapa rencana bisnis lain. Hanya saja, belum berjalan. Akibatnya berdampak pada sistem penggajian karyawan dan direksi. 

“Untuk gaji kami masih belum besar. Saya memang minta ke teman-teman di internal untuk bersabar. Sampai semua bisnis berjalan dan menghasilkan,” ucapnya.  

Pihaknya mengaku, sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah perusahaan migas yang beroperasi di Madura. Khususnya di Kabupaten Sampang. Di antaranya, Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), Petronas dan Medco. Bahkan optimis,  mampu menjalankan bisnis shorebase migas. Namun sampai saat ini, masih sebatas koordinasi dengan sejumlah perusahaan. 

Dia  menegaskan, jika didirikannya PT. SMA untuk memaksimalkan pendapatan daerah. Terutama dalam bisnis shorebase migas. Dalam waktu dekat akan bekerjasama dengan salah satu perusahaan di Jakarta. Disinggung soal terlambatnya penyetoran modal awal dari PT. GMS? Pihaknya mengaku tidak mengetahui hal tersebut. 

Sebab saat itu, belum masuk di internal PT. SMA. Hanya saja, selama ini belum ada kontribusi yang benefit dari PT. SMA secara pribadi. “Karena saat ini masih pembenahan. Saya tidak menerima apapun dari perusahaan ini. Yang ada, saya banyak melakukan pengeluaran untuk perusahaan,” paparnya.  

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *