PT Sumekar Pastikan ABK Sudah Digaji

  • Whatsapp
(KM/IMAM MAHDI) MEGAH: Masyarakat sedang melintas di kantor gedung PT Sumekar Sumenep

Kabarmadura.id/Sumenep-PT Sumekar dipastikan sudah menggaji anak buah kapal (ABK). Hal itu setelah pemanggilan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep satu minggu yang lalu. Pengelolaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III sudah aman dari masalah penggajian.

Direktur PT Sumekar (Line) Akhmad Zainal Arifin mengatakan, gaji ABK KMP DBS III yang belum terbayar selama satu bulan itu sudah dapat sudah terwujud. Saat ini tidak ada permasalahan keuangan di PT Sumekar (Line). Tunggakan gaji kepada sejumlah ABK sudah teratasi,” katanya, Kamis (19/03/2020).

Dijelaskan, alasan tidak digajinya tersebut dikarenakan ada transisi manajemen.  Selain itu, dia mengaku, selama dua bulan terakhir PT Sumekar (Line) mengalami penurunan pendapatan. Sebab, lebih banyak mengeluarkan biaya operasional, sementara jumlah penumpang mengalami penurunan.

“Faktor cuaca buruk yang terjadi beberapa pekan terakhir juga memengaruhi minat pengguna jasa pelayaran KMP DBS III,” tegas dia

Menurutnya, jumlah ABK DBS III kurang lebih 100 orang. Total gaji yang harus dibayarkan sekitar Rp251 juta setiap bulan. Namun saat ini akhirnya terwujud gaji yang diigunakan para ABK sudah terpenuhi. “ABK sudah digaji kok saat ini tidak ada masalah lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Sumenep Moh. Subaidi menyampaikan, mengenai ABK dipastikan sudah digaji. Sebab, hingga saat ini sudah tidak ada yang komplin dari pihak ABK.

“Saat ini sudah terbayar Sebab, tidak ada komplin sama sekali,” ujarnya.

Dia berjanji, ke depannya, jika ada permasalahan pada ABK atau yang lainnya yang berkenaan dengan kesejahteraan rakyat, akan terus diperjuangkan.

“Kami sebagai pemangku kebijakan akan terus memperjuangkan kebutuhan rakyat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengatakan, Jika ABK sudah terbayar berarti kesejahteraan rakyat betul-betul diperhatikan. Harapannya, PT Sumekar (Line) harus betul-betul memperhatikan hak rakyat. Sebab, jika nunggak lagi akan berpengaruh terhadap dampak perekonomian keluarga dari ABK

“ABK itu punya keluarga, maka selayaknya gaji tidak nunggak lagi,” pungkasnya (imd/pai)

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *