oleh

PT Tanjung Odi, Sumenep Ancam Karyawan tidak Mengikuti Rapid Test Bersama Keluarganya

KABARMADURA.ID, Sumenep – Untuk persiapan beraktivitas produksi, Perusahaan Rokok (PR) PT Tanjung Odi, Kabupaten Sumenep kembali menggelar rapid test karyawan. Kali ini pelaksanaan rapid test diharuskan bersama keluarga, sebagai persyaratan beroperasinya kembali produksi rokok linting tersebut.

Berdasar rekomendasi dari tim satgas Covid-19, perusahan yang mempekerjakan sekitar dua ribu lebih karyawan itu, dihentikan aktivitas produksinya sejak tanggal 22 Oktober kemarin.

Hanya saja, tidak semua karyawan mau dilakukan rapid test bersama keluarganya. Sehingga pihak perusahaan sempat mengancam keras bagi karyawan yang tidak melakukan rapid test akan diberhentikan.

“Kami sempat diancam diberhentikan dari perusahaan jika tidak mengikuti rapid test. Sedangkan aktivitas keluarga kami pekerja keras untuk mencari nafkah, jadi tidak memungkinkan untuk mengikuti rapid test tersebut,” ungkap salah satu karyawan yang namanya enggan dikorankan, Senin (12/10/2020).

menurutnya, otoritas kebijakan mengharuskan rapid test bersama keluarga, ternyata tidak semua karyawan mengamininya. Mereka menilai aturan tersebut hanya menimbulkan keresahan terutama di keluarga para pekerja PT Tanjung Odi. Sehingga jika ada kebijakan lain, seperti yang dilakukan sebelumnya tentunya lebih memberikan kenyamanan.

“Saya sebagai suami tidak terima, saya masih sanggup menghidupi istri saya walaupun ia tidak kerja di sini lagi. Kamis pastikan keluarga kami sehat,” kata, salah satu keluarga karyawan PT Tanjung Odi.

Sementara itu, Humas PT Tanjung Odi, Ricki Cahyo tidak menampik, bahwa tidak sedikit karyawan yang diundang untuk mengikuti rapid test dengan keluarganya. Bahkan diakui, masih banyak karyawan yang sempat menolaknya.

Disinggung mengenai sanksi yang akan diterima karyawan yang tidak mengikuti rapid test dengan keluarganya, pihaknya belum memastikan. Apakah masih bisa dipekerjakan atau malah diberhentikan, dengan dalih bukan kewenangannya.

“Kami hanya pelaksana, dan semuanya atas petunjuk dari pusat, sehingga apapun yang diperintahkan maka pasti kami di bawah akan mengikuti instruksi tersebut. Ya kemarin banyak yang datang sendiri ya tidak bisa dilaksanakan, dan sekarang banyak kok yang sudah mengikuti rapid test bersama keluarganya,” imbuhnya.

Menurutnya upaya rapid test sebagai langkah untuk meminimalisir mewabahnya Covid-19. Maka pihaknya melaksanakan rapid test besar-besaran. Sebab untuk memastikan para karyawan yang siap bekerja wajib mengikutinya.

“Rapid test saat ini berbeda dengan sebelumnya, karena ditambah dengan keluarga. Harapannya agar tidak seperti lingkaran setan, dimana nanti karyawan bersih tetapi keluarga masih ada yang OTG, maka dilakukan rapid test beserta keluarga,” tukasnya. (ara/ito)

Komentar

News Feed