PTM di Bangkalan, Jam Pelajaran Dibatasi 

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) SERENTAK: Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, akan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). 

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Bangkalan resmi akan digelar pada hari Senin (6/9/2021). Terutama, untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hanya saja, ketentuannya masih memberlakukan pembatasan pelaksanaan jam belajar. Yakni, hanya tiga jam pelajaran.

Namun, untuk jumlah sekolah pada PTM kali ini tidak dibatasi. Pembatasan hanya berlaku untuk jumlah siswa dan waktu jam pelajaran di sekolah. Bahkan, seluruh sekolah sudah siap untuk menggelar PTM. Hal ini diungkapkan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan Zainul Qomar, Minggu (5/92021). 

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pembatasan jam belajar sudah diatur dalam surat edaran (SE) Pelaksanaan PTM Nomor 421.3/2429/433.101/2021. Bahkan, menjamin setiap sekolah sudah menyiapkan dan merealisasikan PTM dengan protokol kesehatan (protkes). Sebab, sebelumnya sudah memantau masing-masing sekolah melalui checklist

Pihaknya akan membawa checklist yang sudah diisi sekolah untuk dicocokkan saat proses kegiatan PTM. ”Masing masing bidang menyesuaikan surat tugas mulai tanggal 6 September 2021. Dihimbau 06.30 WIB sudah ada di tempat atau lembaga pendidikan. Selain mengisi instrumen, diharap memberikan arahan dan pembinaan ke dalam kelas dan hal lainnya disesuaikan dan dikomunikasikan dengan koordinator wilayah,” ujarnya. 

Pihaknya memaparkan, rincian waktu yang ditetapkan ke masing-masing sekolah bervareatif. Masing-masing, PAUD hanya diperbolehkan melakukan PTM selama 2 jam, sedangkan SD dan SMP 3 jam dengan 6 mata pelajaran masing-masing 30 menit. Tidak ada istirahat keluar ruangan, hanya di dalam kelas selama 15 menit. Menggunakan masker 3 lapis dan orang tua tidak diizinkan untuk menunggu.

“Kami akan langsung tegur dan suruh segera mematuhi aturan yang telah kami sosialisasikan sebelumnya,” paparnya.  

Qomar menegaskan, PTM berlangsung satu minggu tanpa ada kendala. Satuan pendidikan diminta untuk membuat laporan untuk melakukan evaluasi pelaksanaan PTM secara berkala ke instansinya melalui bidang masing-masing. “Kami nanti juga akan evaluasi kalau sudah berlangsung sepekan,” tegasnya.  

Terpisah, anggota Komisi D DPRD Bangkalan Azis berharap, semua sekolah konsisten menerapkan protkes yang ketat. Sebab, bukan tidak mungkin indisipliner pada protkes menjadikan salah satu penyebab terpaparnya siswa yang bisa menimbulkan cluster baru di sekolah. “Kesehatan siswa harus tetap diprioritaskan, sekolah wajib mengingatkan dan menerapkan protkes secara ketat,” sarannya.

Menurutnya, siswa yang belum genap usia 12 tahun belum bisa divaksin. Sehingga dia meminta, harus ada pengawasan khusus dari tenaga pendidik. Terlebih, jangan sampai memberikan siswa kesempatan untuk melakukan kegiatan yang sifatnya berkerumun. Jika protkes dilakukan secara ketat, PTM tidak akan menimbulkan masalah lonjakan kasus Covid-19.

“Kami sifatnya mendukung PTM, tapi saya ingatkan sekali lagi kalau PTM berlangsung, protkes harus betul-betul dijaga,” pintanya. (ina/ito) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *