PTM di Pamekasan Ditutup Lagi, Sebaran Covid-19 Kembali Memburuk

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) MEMBURUK: Disdik Pamekasan memtuskan untuk menutup pertemuan tatap muka (PTM), sebagai langkah antisipatif dalam memutus mata rantai Covid-19.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan kembali menutup pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah dibuka pada 23 September lalu.Penyebaran Covid-19 yang kembali memburuk jadi penyebabnya. Penutupan itu dilakukan selama 14 hari, atau sejak Rabu (15/12/2020).

Kepala Disdik Pamekasan Akhmad Zaini mengatakan, keputusan itu diterapkan di semua sekolah di bawah wewenangnya, uakni tingkat pendidikan anakusia dini (PAUD), sekolah dasar negeri (SD) dan tingkat sekolah menengah pertama (SMP).

Bacaan Lainnya

“Mulai besok Rabu (15/12/2020) semua lembaga pendidikan mulai ditingkat TK hingga SMP pembelajarannya ditutup semalam 14 hari,”paparnya, Senin (14/12/2020).

Dalam rangka menjaga iklim belajar siswa, Zaini menjelaskan, siswa akan tetap dipantau secara daring dan luring.Sehingga penerapan kembali belajar dari rumah (BDR) akan menjadi alternatif utama.

“Sekolah sudah memahami mekanisme pembelajaran yang akan diterapkan, seperti sebelumnya, ada daring dan luring, jadi untuk masa pembelajarannya akan menggunakan itu, sehingga siswa bisa tetap belajar,”urai Zaini.

Zaini juga meminta kepada wali siswa untuk berpartipasi aktif dalam memantau pembejaran siswa di rumah. Jika pada saat PTM, 80 persen diserahkan kepada sekolah, maka saat ini 80 persen dari suksesi pembelajaran berada pada partisipasi wali siswa.

Sementara itu, Wakil ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Khairul Umam mendukung ditutupnya PTM tersebut, mengingat situasi penyebaranCovid-19 belakangan kembali membesar. Namun yang terpentig, katanya,tidak sampai ada stagnasi proses pembelajaran, kendatipun sudah tidak belajar disekolah.

“Saya pikir itu sah-sah saja, tetapi kami minta proses pendidikan terus dijalankan melalui cara-cara daring, tolong juga diperkuat dengan penunjang fasilitas yang semestinya disiapkan oleh masing-masing sekolah,” terang dia. (rul/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *