PTM Terbatas, Sejumlah Siswa Pindah Sekolah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) BELUM NORMAL: Penerapan PTM terbatas atau 50 persen berdampak pada pindahnya siswa ke sejumlah lembaga pesantren juga menerapkan pendidikan umum.

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 50 persen dinilai berdampak negatif terhadap kualitas pendidikan dan efektivitas pembelajaran. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas (Disdik) Sampang Edi Subianto.

Menurutnya, penerapan PTM terbatas harus dievaluasi lebih lanjut, sebab berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM) dan proses penanaman karakter kepada siswa.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Edi mengungkapkan, kebijakan tersebut juga menyebabkan sejumlah siswa pindah sekolah dan ada juga yang putus sekolah. “Informasi yang kami terima dari sejumlah kepsek dan guru, bahwa sudah ada sejumlah siswa yang pindah, karena PTM terbatas ini. Maka harus kita evaluasi dan carikan solusi terbaiknya,” ujar Edi Subianto saat ditemui Kabar Madura di ruang kerjanya, Selasa (11/1/2022).

Ia juga mengungkapkan, lembaga yang menjadi pilihan siswa untuk pindah yaitu pondok pesantren yang sudah dilengkapi dengan pendidikan umum. Sebab pesantren rata-rata telah menerapkan PTM seratus persen.

“Yang jelas, kami sudah menyiapkan strategi dalam menyikapi hal ini, agar dampak PTM terbatas ini tidak berlanjut dan bisa diminimalisir,” ungkapnya.

Disinggung terkait jumlah siswa, ia mengaku belum melakukan pendataan lebih lanjut, Namun, ia memastikan bahwa ada beberapa siswa yang telah pindah sekolah.

“Jumlahnya tidak begitu banyak, hanya segelintir anak saja, tetapi ini semua tidak bisa dibiarkan,” terangnya.

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *