PU Bina Marga Sumenep Khawatir Pengerjaan Proyek Jalan Molor

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI ) FIKEBUT : Proyek Jalan Lingkar Utara, Kabupaten Sumenep akan terus dilakukan evaluasi saat ini

Kabarmadura.id/Sumenep-Hingga saat ini hasil pengerjaan proyek Jalan Lingkar Utara masih mencapai 70 persen. Sedangkan target pengerjaan harus selesai di bulan November ini. Dengan demikian, pihak pihak rekanan harus menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu. Hal ini diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sumenep Harianto Effendi, Senin (21/09/2020).

 Menurutnya, saat rekanan melakukan penggenjotan pengerjaan. Sebab jika tidak,  akan berakibat fatal, berupa bayar denda sesuai prosentase besaran anggaran proyek tersebut. Pihaknya, khawatir penyelesaian pekerjaan tidak tepat waktu. Sebab, sisa pengerjaan tinggal tiga bulan.

Bacaan Lainnya

“Pihak rekanan yakni PT Menara Indi Group, mulai mengebut pengerjaan proyek itu. Semoga kualitasnya bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Dia menegaskan sudah memanggil pihak rekanan dan berunding mencari solusi agar pengerjaan tidak molor dan tepat waktu. Salah satu solusi yang ditawarkan memberikan penawaran terhadap pihak rekanan agar pengerjaan dilakukan secara lembur. Menurutnya, solusi tersebut merupakan alternatif agar pengerjaan proyek tepat waktu.

Harianto Efendi menjelaskan, proyek Jalan Lingkar Utara dilakukan dua tahap Pertama di tahun 2019 dianggarkan Rp15 miliar. Kemudian di tahun 2020 ini anggaran pengerjaan proyek senilai, Rp37 miliar. Menurutnya pembangunan Jalan Lingkar Utara dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di wilayah perkotaan.

Sehingga kendaraan dari arah utara Kota Sumenep yang hendak ke Bandara Trunojoyo, Kalianget, Batang-batang dan Dungkek bisa langsung melalui Jalan Lingkar Utara. “Dana yang besar itu akan dipergunakan sesuai peruntukan yang ada,” ucapnya.

Dijelaskan, lebar jalan tersebut bervariasi. Jalan dari barat ke timur 8 meter dan dilanjut ke pertigaan ke selatan 6 meter dengan panjang 3 kilo meter lebih untuk tahap pertama. Sedangkan di tahap ke dua dengan panjang 2,6 Kilometer dan tahap kedua 1,5 kilometer.

“Kami selalu mewanti-wanti pada pihak rekanan untuk selalu berkoordinasi pada PU Bina Marga jika ada masalah dalam pengerjaan. Supaya, cepat dicarikan solusi.

Sementara itu, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Akhmad Zainurrahman berjanji akan senantiasa mengevaluasi kinerja dari Dinas PU Bina Marga. Sebab, selama ini, instansi tersebut kurang optimal.  Seperti pengerjaan Jembatan Peragaan terkendala anggaran dan belum dilanjutkan hingga saat ini.

“Untuk proyek Lingkar Utara akan terus menerus dilakukan evaluasi. Khawatir pengerjaan terbilang fatal. Insyallah setiap 15 hari kami akan memanggil dinas terkait. Agar ketika ada masalah cepat teratasi dan akan dirembuk dengan dinas terkait,” tukasnya (imd/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *