Puasa Ladang Memetik Kebahagiaan Akhirat

  • Whatsapp
Afandi: Kepala Kemenag Pamekasan

KABARMADURA.ID  – Ibadah puasa Ramadan ini dikhususkan kepada orang-orang yang beriman. Dengan pengertian, ketika seseorang sudah melaksankan ibadah puasa, berarti orang itu sudah memposisikan diri sebagai orang yang beriman kepada Allah SWT.

Ibadah puasa Ramadan termasuk bagian dari pada rukun islam yang nomor empat. Ibadah puasa ini merupakan suatu keniscayaan bagi umat yang beragama Islam, berkewajiban untuk melaksanakan ibadah puasa ini.

Ibadah puasa berbeda sekali dengan ibadah-ibadah yang lain. Jika ibadah yang lain bisa dilihat dengan kasat mata, berbeda dengan ibadah puasa yang tidaklah bisa dilihat dengan kasat mata.

Seseorang ketika melaksanakan salat tidaklah bisa dinilai oleh orang lain apakah sedang melakukan ibadah puasa atau tidak. Karena ibadah puasa itu adalah abstrak. Kita tidak bisa mengetahui seseorang melakukan ibadah puasa, melainkan orang yang beribadah puasa dengan Allah saja yang tahu.

Bahkan, pahala yang diperuntukkan kepada orang yang berpuasa, malaikat pun tidak lah mempunyai hak untuk mencatatnya. Sebagaimana dalam salah satu hadits qudsi, Allah berfirman, “Berpuasalah untuk Ku, dan Aku yang akan membalasnya,”.

Tentu saja hal ini mengandung sebuah pengertian, bahwasanya ibadah puasa diperintahkan Allah, merupakan seutuhnya hak Allah untuk mencatat pahalanya sebagai imbalan kepada hamba yang melakukan ibadah puasa.

Banyak hikmah dan keistimewaan yang terkandung dalam ibadah puasa. Kalaupun kita klasifikasikan, bahwasanya sepuluh hari pertama bulan Ramadan merupakan pembuka pintu rahmat Allah.

Kemudian, sepuluh hari kedua merupakan pembuka pintu ampunan Allah. Dan sepuluh hari ketiga merupakan itqun minannar atau pembebasan dari api neraka.

Tentu saja tergantung kepada kita sendiri sebagai umat yang beriman, mau memposisikan seperti apa. Apakah secara keseluruhan kita akan memposisikan diri untuk meraih ketiga keistimewaan ramadan itu sendiri.

Selain itu, keistimewaan lain dalam bulan Ramadan adalah diturunkannya Al-qur’an sebagai pedoman hamba Allah. Sebagai petunjuk bagi umat Islam, ayat Al-qur’an diturunkan Allah di bulan yang sangat istimewa. Keistimewaan yang lain adalah diturunkannya malam lailatul qadar.

Keistimewaan-keistimewaan di bulan Ramadan ini, harus menjadi motivasi bagi kita untuk berikhtiar dalam meraih keridhoan Allah SWT.

Selain membentuk karakter diri agar tergugah melakukan amal-amal soleh, seperti mendarmakan harta yang dimiliki kepada tetangga, kerabat, kaum dhuafa, serta anak yatim yang kurang mampu, bulan Ramadan juga menjadi ladang memetik kebahagiaan di akhirat.

Ibadah puasa ini akan membentuk karakter dan jati diri kita, apakah diri kita ini berada dalam posisi sa`iidun fiddunya wa sa`iidun fil aakhiroh (bahagia di dunia dan di akhirat) atau sebaliknya, syaqiyyun fiddunya wa syaqiyyun fil akhirah (sengsara di dunia dan juga sengsara di akhirat).

Mari kita jadikan ibadah puasa ini sebagai bagian membentuk jati diri kita menuju kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Mari kita bersama-sama saling mengingatkan bahwa tujuan kita adalah akhirat.

Jadikanlah dunia sebagai proses menuju akhirat. Karena sesungguhnya tujuan kita adalah kehidupan di akhirat dengan harapan sa`iidun fiddunya wa sa`iidun fil aakhiroh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *