Puasa tanpa Riya’ dan Ujub

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) HAIRIL FAJAR: Direktur Operasional BPRS Bhakti Sumekar

KABARMADURA.ID – Bulan suci Ramadan sangat dirindukan oleh kaum muslim yang bertaqwa. Sepantasnya semua orang muslim memuliakan bulan Ramadan dengan mengisi selama satu bulan dengan ibadah yang ikhlas. Semua kegiatan positif di bulan Ramadan Insya Allah merupakan ibadah.

Puasa merupakam ladang menguji kualitas ketaqwaan dan keimanan seseorang.Seorang yang bijaksana harus mengetahui kebesaran dan kemuliaan bulan Ramadan sambil menjaga dan membersihkan diri.

Tekun beribadah pada bulan penuh ampunan adalah kunci, karena tidak ada jaminan apakah akan berjumpa dengan Ramadan yang akan datang atau tidak, dan tentunya warga muslim harus mewaspadai dari sifat-sifat yang akan mengurangi kualitas ibadah puasa yang mengakibatkan kurangnya pahala.

Jauhilah sejumlah penggugur kualitas ibadah shaum seperti ghibah, riya, takabur dan perbuatan negatif lainnya.

Mengoptimalkan semangat ibadah dalam Ramadan ini, juga harus hati-hati, jangan sampai terjerumus dalam riya’ dan ujub. Beraktivitaslah meski sedang menjalani puasa. Allah akan melindungi orang-orang yang berikhtiar untuk mencari rezeki.

Jika sempat belajar ilmu agama dari ulama, baik melalui buku maupun dakwah-dakwah di masjid maka segera diamalkan, yang positif dapat dilakukan dan yang negatif segera dibuang. Bulan Ramadan ialah bulan penuh berkah, melimpah rahmat, dan penuh ampunan. Allah SWT menjadikan bulan Ramadan sebagai bulan yang paling mulia dan istimewa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *