oleh

Publikasi RKAS SMP di Bangkalan Terganjal Perubahan Juknis

KABARMADURA.ID, BAMGKALAN-Lembaga sekolah yang menerima bantuan operasional sekolah (BOS) belum mempublilasikan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS). Seharusnya, proses publikasi dilakukan pada awal tahun 2021 lalu. Namun, lantaran ada kebijakan petunjuk teknis (Juknis) baru, maka RKAS masih harus dilakukan revisi ulang.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdik Kabupaten Bangkalan Jufri Kora mengatakan, publikasi RKAS wajib dilakukan oleh setiap sekolah. Setiap RKAS yang sudah di tandatangani oleh Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan wajib dipublikasikan sebagai wujud keterbukaan informasi publik.

“Memang seharusnya dipublikasikan, karena itu juga sebagai bentuk keterbukaan informasi,” ujarnya, Selasa (27/4/2021).

Menurutnya, tahun 2021 memang ada beberapa perubahan juknis nominal bantuan. Sehingga mengakibatkan publikasi RKAS sedikit mundur. Idealnya, jika tidak ada perubahan awal tahun sudah harus terpampang di banner setiap sekolah. “Kalau tidak ada perubahan, saya yakin semua sekolah sudah mempublikasikannya,” ucapnya.

Pihaknya bersama Dewan Pendidikan Zona 1 (Bangkalan, Arosbaya, Klampis, Tanjung Bumi), akan memastikan tidak ada sekolah yang menyimpan dan tidak memajang RKAS. Meski tidak diatur dan diwajibkan, disepakati agar semua sekolah mempublikasikannya. “Semua sekolah sepakat, setelah selesai ditanda tangani oleh Kadisdik, RKAS akan dipublikasikan,” paparnya.

Sementara proses pengumpulan secara kolektif masih menunggu beberapa sekolah yang belum menyetorkan RKAS yang sudah direvisi. Sehingga, harus menunggu penyelesaiannya untuk ditandatangani. “Kalau belum selesai, tidak mungkin ditanda tangani oleh kadis, jadi saya tunggu secepatnya,” ulasnya.

Sedangkan salah satu Kepala Sekolah SMPN 3 Bangkalan Mahsusiyah mengaku, sudah mempublikasikan RKAS yang telah direvisi. Sebab sebelumnya, pernah ada yang meminta. “Sudah saya publikasikan, dan itu baru saja ditandatangani oleh kadis,” tuturnya.

Dirinya meyakini, bahwa setiap sekolah tidak ada yang bermaksud menyembunyikan RKAS . Apalagi, RKAS tersebut sudah ada dalam aplikasi E-BOS. “Itu sebenarnya di E-BOS sudah ada, jadi tidak bisa kami tutup tutupi,” tukasnya. (hel/ito)

Komentar

News Feed