oleh

Pudam Trunojoyo Biarkan Dua Sumber Mapet

KABARMADURA.ID, Sampang – Memasuki musim kemarau, debit air di dua sumber milik perusahaan daerah air minum (Pudam) Trunojoyo Sampang mengalami penyusutan yang sangat drastis. Praktis kondisi itu membuat pelayanan terhadap ribuan pelanggan khususnya di wilayah perkotaan tidak maksimal.

Informasinya dua sumber air yang mampet itu, yakni Sumber Rubaruh I dengan kapasitas debit air 10 liter perdetik, tapi saat ini sudah habis. Akibatnya pelanggan di kawasan jalan Syamsul Arifin Kelurahan Polagan, Perumahan Puri Matahari, Kampung Becik dan Desa Aeng Sareh tidak bisa terlayani.

Selain itu, sumber air Glisgis juga mengalami penurunan debit sekitar 50 persen, dari biasanya debit mencapai 30 liter perdetik sekarang hanya tinggal 15 liter perdetik. Jadi untuk ujung pelayanan sekarang tidak bisa terjangkau lagi, seperti di Jalan Imam Ghozali, jalan Raja Wali dan Kampung Keesenih.

“Untuk jumlah pelanggan Pudam Trunojoyo yang terdampak adanya menyusutnya debit air ini mencapai sekitar 1.000 pelanggan, bahkan satu sumber sudah macet total,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pudam Trunojoyo Sampang Yazid Sholihin kepada Kabar Madura, Senin (05/10/2020).

Dirinya membeberkan, untuk solusi dalam mensiasati menyusutnya debit air tersebut, tidak ada lagi kecuali mengoprasionalkan sumber yang baru, sayangnya hingga sekarang hal itu belum bisa terealisasi, karena masih dalam proses, antara pihak Pudam Trunojoyo, Pemkab setempat dan masyarakat sekitar.

Di sisi lain, tetap dilakukan rekayasa suplai air dari sumber yang lain, seperti dari Sumber Gunung Maddah sehingga ada pemerataan aliran air ke rumah-rumah para pelanggan. Namun, untuk pelanggan yang tidak bisa terlayani, maka akan disiasati dengan upaya penutupan sementara.

“Untuk pelanggan yang macet total akan dilakukan penutupan sementara, agar para pelanggan ini tidak memiliki tunggakan rekening, tapi jika airnya sudah normal tetap dibuka kembali,” timpalnya.

Sementara itu, salah seorang pelanggan Pudam Trunojoyo di kawasan perkotaan Sampang Muhdar mengungkapkan, selama ini pelayanan Pudam Trunojoyo untuk jasa penyedian air minum kepada masyarakat belum maksimal, tidak hanya pada saat musim kemarau namun juga pada musim penghujan.

“Saya kira penyusutan debit air karena faktor alam ini hal yang biasa, tetapi dari dulu sampai sekarang belum ada solusi konkrit, selalu berulang setiap tahunnya. Mestinya kondisi ini tidak dijadikan alasan terkait  bobroknya pelayanan Pudam ini,” kesalnya. (sub/mam)

Komentar

News Feed