Pujasera PKL di Eks RSUD Pamekasan Gagal Ditempati

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) TIDAK SESUAI: Lokasi pujasera di eks RSUD Pamekasan tidak bisa diselesaikan pembangunannya tahun ini.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, tidak bisa menyelesaikan pembangunan pujasera pedagang kaki lima (PKL) di eks RSUD Pamekasan. Akibatnya, target untuk pemanfaatan pujasera bagi para PKL itu, gagal terpenuhi.

Kepala DLH Pamekasan Amin Jabir mengatakan, dari sejumlah alokasi dana untuk pembangunan tahap kedua pada tahun 2020 hanya ada sekitar Rp400 juta yang bisa dikerjakan. Hal itu disebabkan, sebagian besar anggaran sudah direfocusing untuk penanganan Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Kalau design besarnya sudah direncanakan, tetapi karena ada Covid-19 ini kami lakukan rasionalisasi, bisa dilanjutkan pembangunannya, tapi itu nanti menjadi domainnya UMKM,” ungkapnya, Selasa (2/6/2020).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menyelesaikan pembangunan pagar dan saluran. Selain dari kegiatan pembangunan itu, pihaknya tidak memiliki kewenangan anggaran pembangunan. Dengan demikian, pembangunan pujasera yang sudah direncanakan sebagai pusat PKL tidak bisa dilaksanakan.

“Dari Rp5,5 miliar yang dilakukan refocusing ada Rp5,1 miliar, kalau yang pagar sedang dilakukan, kalau yang salurannya menunggu finalisasi dari refocusing,” jelasnya.

Ditambahkannya, kendati belum selesai seratus persen, jika semua pihak bersepakat untuk memanfaatkan lokasi pujasera, hal itu bisa dilakukan dengan catatan semua PKL yang akan membuka lapaknya mengusahakan sendiri pemenuhan peralatan yang dibutuhkan.

“Jadi konsep pemanfaatannya sementara kami geser dengan membawa alat peraga (para PKL, red),” pungkasnya. (rul/pin)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *