Puluhan Cawas Sekolah di Sampang Tunggu Pengumuman Hasil Diklat

  • Whatsapp
(FOTO: IST FOR KM) MASIH MENUNGGU KELULUSAN: Puluhan calon pengawas (cawas) sekolah di Sampang selesai mengikuti diklat Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (LP2KSPS) Solo.

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Puluhan calon pengawas (cawas) sekolah di Sampang telah selesai mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (LP2KSPS) Solo. Namun hingga kini, belum ada pengumuman kelulusan terkait diklat tersebut.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, jumlah cawas yang sudah mengikuti diklat sebanyak 23 orang. Perinciannya yaitu 10 cawas untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP), dan 13 cawas untuk sekolah dasar (SD).

Kepala Disdik Sampang Edi Subinto melalui Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Mawardi mengatakan, syarat untuk bisa diangkat menjadi pengawas sekolah harus lulus diklat yang diadakan oleh LP2KSPS. Sementara ini, ada puluhan guru yang sudah ikut diklat itu masih menunggu pengumuman kelulusan.

“Kami tinggal menunggu hasil dari LP2KSPS ini. Jadi belum tahu apakah cawas ini lulus semua atau tidak. Karena sampai saat ini, belum ada pengumuman,” ujar pria yang akrab disapa Wawan itu.

Ia juga membeberkan, idealnya satu pengawas membina tujuh sekolah. Namun, ia mengakui, untuk saat ini masih kekurangan pengawas. Sebab, satu orang mengawasi 10 sampai 20 sekolah. Ia mengimbau, guru yang memenuhi syarat agar mengikuti diklat pengawas.

Lanjut dia, saat ini jumlah pengawas sekolah di daerah yang berjuluk Kota Bahari itu tinggal 12 orang yang mengawasi dan membina 283 SMP. Sementara itu, untuk jenjang SD, ada 39 orang yang mengawasi 618 SD.

“Jumlah pengawas sekolah yang ada saat ini sangat kurang, karena idealnya rasio satu orang banding tujuh lembaga,” ungkapnya.

Sambung Wawan, minimnya jumlah pengawas sekolah lantaran banyak guru pensiun dan rekrutmen pengawas terbatas. Selain itu, faktor lainnya yaitu rendahnya minat guru untuk menjadi pengawas.

“Kami sudah mendorong para guru agar ikut diklat cawas ini, tetapi mayoritas dari mereka nampaknya kurang berminat,” tutupnya.

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *