oleh

Puluhan Desa Belum Tuntaskan Persyaratan Pencairan BLT-DD

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) yang diperpanjang menjadi 12 bulan dengan besaran Rp300 ribu per bulan, masih menyisakan beberapa desa yang belum direkomendasikan melakukan pencairan karena belum menyelesaikan beberapa persyaratan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, M Ramli menyampaikan, lebih dari 30 desa dana untuk BLT-DD belum ditransfer ke rekening desa. Termasuk yang menjadi kendala utama adalah desa masih abai terhadap perencanaan penggunaan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) tahun 2021.

“Kendalanya beberapa desa masih proses pengajuan surat perintah pencairan dana (SP2D), sebab sudah ada 327 desa APBDes-nya sudah selesai,” katanya, Selasa (6/4/2021).

Sementara itu, meski mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep itu tidak bisa memastikan proses pencairan sudah terlaksana atau tidak, dipastikan sudah 288 desa dananya masuk ke rekening desa.

Meski diketahui ada beberapa desa yang kesusahan mencairkan BLT Desa, salah satunya di Kecamatan Kalianget, Pragaan, dan beberapa kecamatan lainnya, tapi tidak ada sistem laporan atau pemberitahuan kepada pihaknya.

Ramli mengakui untuk teknis proses penganggaran yang kurang dipahami adalah untuk penanggulangan Covid-19. Artinya masih kebingungan mengatur kerangka belanja untuk bahan-bahan kebutuhan aparatur desa sehingga memperlambat proses pengajuannya.

“Selain dana khusus BLT-DD, 8 persen dari DD itu masih untuk penanggulangan Covid-19. Makanya untuk saat ini kami fokus terlebih dahulu ke pencairannya,” imbuhnya.

Menurutnya, tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Keluarga penerima manfaat (KPM) BLT-DD ada sekitar 24 ribu jiwa.

Sementara Kepala Dinsos Sumenep Moh Iksan menyebutkan, data penerima bantuan sosial (bansos) tahun 2021 ini jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) berjumlah sekitar 63,412, bantuan pangan non tunai (BPNT) sekitar 145,131 jiwa, bantuan sosial tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos) update terakhir 59,612 KPM.  “Datanya masih tetap data lama,” paparnya. (ara/maf)

 

Komentar

News Feed