Puluhan Pasar Tradisional di Sumenep Belum Peroleh Dana Pemeliharaan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) BELUM MERATA: Puluhan pasar tradisional di Sumenep tidak mendapatkan anggaran pemeliharaan.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep mengakui bahwa pemeliharaan pasar tradisional masih belum optimal. Lantaran, dari puluhan pasar tradisional, hanya tiga pasar yang kecipratan dana pemeliharaan.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Sumenep Ardiansyah Ali Shocibi mengatakan, tiga pasar tersebut mendapatkan anggaran pemeliharaan sekitar Rp550 juta.

Bacaan Lainnya

“Iya pasar tradisional itu banyak kebutuhannya. Itu anggaran yang disalurkan ke sana tahun ini masih belum cukup. Banyak yang harus dibenahi,” jelasnya.

Tiga pasar yang dimaksud di antaranya adalah Pasar Lenteng mendapatkan kucuran dana perawatan Rp200 juta, Pasar Ganding Rp200 juta dan yang terakhir Pasar Marengan Rp150 juta.

Ardi menambahkan, anggaran pemeliharaan belum terealisasi secara keseluruhan adalah Pasar Marengan. Sebab, ada penambahan listrik dan bagian bawah pasar yang harus dibenahi.

“Kalau Lenteng sudah, meski butuh ditambah lagi fasilitasnya nanti, dan harus dianggarkan lagi nanti tahun depan,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu pedagang pasar Ganding Samunah mengungkapkan, bahwa dirinya aktif membayar karcis setiap kali berjualan, namun keberadaan fasilitas belum memberikan kenyamanan; seperti kamar mandi dan musala.

“Penjual itu jangan melulu disuruh bayar, tapi fasilitas harus benar-benar diperhatikan,” paparnya.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *